Foto: Suasana pengambilan jenazah dari mobil ambulan.
Foto: Suasana pengambilan jenazah dari mobil ambulan.
MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak bulan Mei lalu hingga Juni, jumlah Tenaga kerja Indonesia (TKI) meninggal di Malaysia terus bertambah. Kina totalnya sudah ada 33 orang.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Sumenep Moh Zaini. Selasa (23/6/20).
Menurut Zaini, TKI yang meninggal dunia di Negeri Jiran tersebut bisa dipulangkan ke tempat asal. Dengan ketentuan keluarga yang bersangkutan mengurus kepulangannya.
"Biasanya masuk dalam forum ikatan keluarga Madura (IKMA), Untuk biaya pemulangan tidak ada, karena sudah ditanggung pemerintah," jelasnya.
Selain itu ia menambahkan, pemulangan jenazah TKI asal Sumenep dapat dilakukan asal tidak terkendala prosedur penanganan covid-19 di Negara tempatnya bekerja.
"Pemulangan jenazah juga tidak bisa dilakukan dengan cepat karena jasa penerbanagan dari Malaysia juga belum maksimal," imbuhnya
Zaini menerangkan, salah satu TKI yang dipulangkan karena meninggal tersebut yakni atas nama Toha, usia 42 tahun Berasal dari Desa Pancor, Kecamatan Pasongsongan.
"Jenazah tiba dirumah duka Senin (22/6/20) kemarin, sekitar jam 1 siang," terangnya.
Sementara itu Nimanto, saudara almarhum Toha, menuturkan, Toha bekerja di Malaysia sudah 1 tahun dua bulan, dimana sebelum berangkat kesehatannya sangat baik
”Istri dan anaknya tidak ikut. Tetap ada di Sumenep, sebenarnya kabar duka sudah satu bulan yang lalu, tapi tidak dimakamkan disana, karena masih bayar juga,” tuturnya
Tak berhenti disitu, Nimanto mengungkapkan, kematian saudaranya yang memiliki 3 orang anak masih kecil-kecil itu dikabarkan karena mengidap penyakit Coronary Artheriosclerosis.
"Padahal sebelum berangkat kesehatannya normal, kalau pekerjaannya kerja dibangunan," tutup Nimanto. (Zain).