Kesadaran Pedagang dan Pengunjung Pasar Srimangunan Sampang Rendah di Rapid Test Massal

Foto : Para pengunjung Pasar Srimangunan Sampang saat dilakukan rapid test
1989
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Tim Satuan Tugas (Satgas)  Covid -19 Kabupaten Sampang, melakukan rapid test massal kepada pedagang dan pengunjung pasar Srimangunan Sampang. 

Agenda ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid -19) di Kabupaten Sampang, khususnya klaster pasar. 

Pantauan media ini di lapangan, banyak pengunjung pasar saat akan dilakukan Rapid test menolak. 

Bahkan ada salah satu pengunjung enggan masuk masuk pasar, karena di pintu masuk pasar ada petugas yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung pasar. 

Yang lebih heran lagi, ada salah pengunjung lagi kontak temannya yang ada di luar pasar, untuk memberitahukan bahwa pengecekan sudah tidak ada. 

Sementara Misturi, pedagang pasar asal dusun Mandangin, Desa Aengsareh, Kota Sampang saat dikonfirmasi menjelaskan, dirinya enggan di rapid test karena takut. 

"Saya takut mas, khwatir positif," terang penjual mie ayam ini,  selasa (16/6/2020).

Menurut Misturi, bukan dirinya saja yang takut untuk dilakukan rapid test, Pedangan yang lain juga ketakutan. 

Bahkan, kalau dipaksa untuk dilakukan rapid test, para pedagang akan lari. 

"Kalau dipaksa dilakukan rapid test, para pedagang akan lari," kata menjual mie ayam yang sudah berjualan selama empat tahun. 

Padahal,  awak media sudah memberikan edukasi kepada Misturi, bahwa dengan rapid test, nantinya dirinya akan tahu,  bagaimana kondisi terkini kesehatan para pedagang di pasar ini. 

Ketakutan Misturi di khawatirkan, saat dilakukan rapid test nantinya ada reaksi.

"Saya tidak mau di karantina," ungkapnya. 

Terpisah, Suroso, Kepala pasar Srimangunan Sampang saat dikonfirmasi lewat selulernya membenarkan rendahnya para pedagang maupun pengunjung pasar Srimangunan untuk dilakukan rapid test. 

"Pegangan dan pengunjung pasar takut untuk di rapid test, karena khawatir di karantina," jelasnya. 

Menurut Suroso, para pedagang takut untuk di rapid test, karena sudah banyak yang viral di media medsos, bahwa pasien saat dilakukan pemeriksaan langsung di vonis positif Corona. 

"Ini saya lagi sosialisasi mas, karena banyak pedagang yang masih belum paham tentang rapid test," ungkapnya. 

"Pihaknya menghimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar Srimangunan untuk sadar tentang kesehatan, ini semua demi Kesehatan para pedagang dan pengunjung pasar itu sendiri," pungkasnya. (Fathur)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar