Foto : Hotimah Gadis Cantik Waktu Ada Ditempat Karantina.
Foto : Hotimah Gadis Cantik Waktu Ada Ditempat Karantina.
MEMOonline.co.id, Probolinggo - Anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 terus di gencarkan. Salah satunya mengkarantina bagi warga yang baru datang dari luar daerah baik dalam rangka berkunjung keluarga maupun bekerja.
Hal ini juga dilakukan oleh Desa Roto, Kecamatan Krucil, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Karangtina dilakukan bagi warga desa Roto yang baru datang dari luar kota. Selama 14 hari, ditempat yang disiapkan pemerintah desa.
Namun kejadian yang menimpa Gadis Cantik asal desa Roto Hotimah (16), lain dari biasanya dan kelihatan ada kejanggalan.
Kejadian ini dilakukan oknum perangkat desa Roto, yang menjabat sebagai kepala dusun (kasun) desa Roto, Kecamatan Krucil saudara Suher.
Hotimah sudah melakukan karangtina selama 14 hari sesuai aturan.
Setelah waktu yang sudah ditentukan, gadis cantik semampai berkulit putih bersih, dinyatakan bisa pulang kerumahnya.
Dengan bersenang hati rasa bahagia dia pulang, dengan harapan bisa berkumpul kembali sama keluarga.
Tidak terlalu lama harapan itu sirna, selang satu minggu setelah keluar dari tempat karangtina desa Roto, Hotimah dijemput oleh kepala Dusun Suher untuk diajak pergi, dengan alasan mengambil uang karantina sebesar 600 ribu.
Uang yang dijanjikan kasun Suher tidak dapat, malahan dia langsung dibawa ke puskesmas Kecamatan Krucil untuk di rapid test.
Hasil rapid test Hotimah tidak boleh pulang, langsung dibawa ketempat karantina Kabupaten Probolinggo Hotel Sari Indah Gending.
Saat dihubungi oleh Crew Memo Online melalui via telpon.
"Hotimah keberatan dan tidak menyangka kalau posotif kena Covid-19.
Karena tanda-tanda itu tidak ada, dia tidak sakit batuk, flu, pilek dan tidak ada sedikitpun rasa pusing.
Apalagi saya dibawah oleh oknum perangkat desa di iming-iming sejumlah uang 600 ribu, lagi saya sudah dikarantina di desa," ujarnya dengan nada memelas
Tempat terpisah petugas medis puskesmas Kecamatan Krucil Alfin Izam, dihubungi lewat whatsApp, minggu (3/5/2020) membenarkan Hotimah sudah di rapid tets dan langsung dibawah ke tempat karantina, Hotel Sari Indah Gending.
"Kita kerja tim mas bukan perorangan, yang ngetest petugas laborat, dokter yang membacakan, didampingi dari pihak koramil dan polsek serta kecamatan Krucil," Pungkasnya. (Agus)