Foto: Kabag Perekonomian Pemkab Bangkalan Iskandar Ahadiyat
Foto: Kabag Perekonomian Pemkab Bangkalan Iskandar Ahadiyat
MEMOonline.co.id, Bangkalan - Meluasnya dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) secara ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Bangkalan.
Bagaimana tidak, siklus perputaran kegiatan perekonomian di masyarakat kian hari semakin tak menentu. Para pelaku usaha misalnya.
Tak hanya menghambat aktivitas bisnis ber skala besar, seperti perusahaan-perusahan yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya. Sejumlah pengusa kecil juga mengalami hal yang sama, bahkan hampir melumpuhkan aktivitas usahanya karena sepinya pembeli.
Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengatakan, bagi pelaku usaha baik yang bergerak di bidang makanan dan minuman (Mamin), agar tetap bisa berpenghasilan ditengah wabah Covid 19 supaya melakukan aktivitas jual beli secara online.
"Hanya itu solusinya," kata dia. Kamis (16/04/20).
Ia menerangkan, para pelaku usaha harus pandai menganalisa keinginan pembeli dan memanfaatkan media sosial agar kondisi ekonomi tidak runtuh seutuhnya.
"Sembari menunggu bantuan dari pemerintah," ucapnya.
Disisi lain, Sayati (35), salah seorang pedagang asongan yang ada di Stadion Gelora Bangkalan mempunyai pendapat berbeda, solusi aktivitas jual beli online dinilai kurang efektif bagi para pelaku usaha sepertinya. Sebut saja penjual kopi dan aneka jajanan pasar.
"Mungkin itu solusi bagi pemilik rumah makan, tapi bagi kami tidak, bagaimana mau di online kan, harga secangkir kopi hanya Rp 3 ribu," urainya diiringi tawa.
Menurut warga Kelurahan Kraton Bangkalan itu, saat ini yang dibutuhkan masyarakat kecil seperti dirinya bukan sekedar himbauan menjaga kesehatan dan tidak keluar rumah, apalagi diminta agar pandai membaca peluang. Yang dibutuhkan masyarakat justru bentuk nyata peran pemerintah dalam membantu warganya ditengah himpitan ekonomi.
"Tanpa dihimbau pun kami tau, kurang solutif," pungkas Sayati. (Zai).