Foto: Karyawan di Bangkalan Plaza saat melayani pembeli
Foto: Karyawan di Bangkalan Plaza saat melayani pembeli
MEMOonline.co.id, Bangkalan - Sejumlah perusahaan telah melakukan PHK dan merumahkan para karyawannya. Ini akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Seperti dilansir situs berita online Idn times, akibat virus mematikan asal China itu sejumlah perusahaan di dunia melakukan PHK besar-besaran. Bahkan jumlahnya ribuan.
Tidak sedikit perusahaan yang telah mengalami penurunan laba. Sebab, penjualan terus menurun, biaya operasional tidak tercukupi oleh hasil penjualan produksi (rugi).
Maka pilihan terakhir perusahaan melakukan efisiensi. Efisiensi yang paling memungkinkan yaitu PHK karyawan atau diberhentikan sementara (Dirumahkan)
Hal serupa juga terjadi Indonesia, termasuk Kabupaten Bangkalan. Saat ini sudah tercatat sekitar 3 orang terkena PHK dan 78 orang diberhentikan sementara alias di rumahkan.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Perindustrian Dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Titin Suhartini. Selasa (14/04/20).
Ia mengatakan, pandemi ini benar-benar membawa ketakutan dan kekhawatiran bagi masyarakat. Selain ketakutan terpapar Covid 19, mereka juga takut akan kena PHK atau di rumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.
"Sejak tanggal 23 Maret lalu beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah karyawannya," ucap dia.
Titin mengungkapkan, jika Pandemi Covid 19 ini tak kunjung berakhir, bukan tidak mungkin jumlah karyawan yang di PHK atau dirumahkan oleh perusahaan akan terus bertambah.
"Saat ini sudah ada tiga perusahaan yang memberikan laporan pada kami," ungkapnya.
Tiga perusahaan yang mulai melakukan pemberhentian kerja sementara dan PHK bagi karyawannya tersebut diantaranya, PT Bintang Timur Samudera, PT Murni Berlian Motor, Tresna Art dan Rumah Makan Ole Olang.
Sementara itu ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad mengaku, pihaknya turut prihatin dengan adanya sejumlah perusahaan yang mulai melakukan pemberhentian sementara terhadap karyawannya.
"Ini saatnya dimana peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, pemerintah harus siap membantu mereka memenuhi kebutuhan pangannya," ucap Fahad
Menurut politisi partai Gerindra itu, Meski perintah pusat telah memberikan bantuan, seperti listrik yang di gratiskan, angsuran kredit beberapa lembaga keuangan juga bisa di tangguhkan, bantuan tunai BPNT besarannya di tambahkan. Pemerintah Daerah juga wajib mencarikan solusi bagi masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya agar kondisi ekonomi tidak runtuh seutuhnya.
"Yang jelas tidak hanya berdampak pada karyawan di perusahaan, para pekerja serabutan, pedagang-pedagan kecil juga akan merasakan hal sama, pendapatan mereka jelas berkurang," pungkasnya. (Zai).