Foto: Romlah, salah seorang pedagang di pasar baru Lumajang
Foto: Romlah, salah seorang pedagang di pasar baru Lumajang
MEMOonline.co.id, Lumajang - Harga jahe di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Hal itu terpantau oleh media ini, di Pasar Baru Kota Lumajang, Senin (16/3/2020).
Menyusul viralnya pemberitaan disejumlah media mainstream, jika jahe dianggap bisa menangkal virus atau bakteri berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, dengan meningkatkan imunitas / daya tahan tubuh pasca mengkonsumsinya.
Romlah, salah seorang pedagang di Pasar Baru Lumajang mengutarakan, kenaikan harga jahe tertinggi, ada pada jenis jahe merah.
Kata dia, kemarin dirinya sempat menjual seharga Rp. 160 ribu /kg. Dan menurutnya saat ini, jenis jahe tersebut seolah menjadi barang langka alias sulit didapat.
"Kemarin saya sempat jual, Rp. 160 ribu. Sekarang sudah habis," ungkapnya.
Berbeda jauh dari hari sebelumnya, Jahe merah dipasaran berkisar pada harga jual Rp. 55 s/d 55 ribu /kg.
Sementara jahe biasa, juga ada kenaikan dari harga sebelumnya Rp. 30 ribu /kg, saat ini menjadi Rp. 60 ribu /kg.
Ditanya prosentase pembeli, perempuan paruh baya itu menjawab naik.
"Ya mungkin untuk jamu - jamu. Untuk anstisipasi," tukas dia.
Sementara Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang Aziz Fachrurrozi, saat dihubungi menyampaikan, senada heran berbaur tanya, semestinya di Lumajang, untuk jenis empon - empon (jahe dan sejenisnya) adalah tempatnya.
Kata dia, sulit didapat tak seharusnya terjadi.
"Untuk jahe, merupakan barang yang bukan dibawah kendali kami. Terkait ada kenaikan yang sedemikian, itu ulah oknum atau bukan, kami tidak turut mengendalikan," ucap Azis, ditelephone via What'apps.
Sambil menambahkan, jika naikknya kebutuhan kerap disertai naikknya harga, Azis berharap tidak ada pihak - pihak yang menimbun. (Hermanto)