Foto : Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.
Foto : Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.
MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Timur - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, yang hadir dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tahun 2021, di Kantor Camat Cikarang Timur, menyampaikan beberapa program prioritas.
Eka, mengatakan bahwa masih banyak sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi yang kondisi bangunannya hampir ambruk dan tidak mempunyai fasilitas yang memadai sehingga menghambat proses belajar mengajar.
“Tuntaskan urusan pembangunan sekolah, tidak boleh ada yang mengusulkan pembangunan sekolah baru, apabila masih banyak sekolah lama yang tidak terurus dan tidak layak untuk digunakan,” ujar Eka.
Selain masih banyak bangunan sekolah yang tidak layak pakai, Eka, juga menyinggung tentang masalah kemacetan di Kabupaten Bekasi.
Menurut Eka, masalah kemacetan dapat juga diatasi dengan cara dibuatkan dan dibangun jalan alternative, seperti, memanfaatkan jalan yang ada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).
Dengan demikian, Eka, meminta para Camat dan Kepala Desa untuk menginventarisir jalan jalan yang ada di daerah aliran sungai (DAS) tersebut, sebab belum dipergunakan sebagaimana mestinya.
“Semoga jalan-jalan alternative yang akan dibangun ini nantinya akan menjadi solusi dari masalah kemacetan. Camat dan para Kepala Desa untuk segera menginventarisir terkait masalah ini,” ucap Eka.
Masih dalam dunia pendidikan, Eka, juga menyinggung tentang banyaknya masyarakat berprestasi yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena terhambat masalah biaya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan menganggarkan dana untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu, dengan memberikan mereka beasiswa pendidikan yang akan dibiayai sampai jenjang perkuliahan. Dan tidak hanya biaya pendidikannya saja, biaya hidup semasa kuliahpun akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Tolong di setiap desa dan kelurahan agar diseleksi siapa saja yang akan mendapatkan beasiswa dari Pemkab ini,” jelasnya.
Guna mensukseskan program-program tersebut, Eka, meminta kepada Kepala Dinas terkait untuk dapat bekerja sama, sebab akan dijadikan leading sector untuk program yang bersangkutan.
“Contohnya terkait masalah beasiswa untuk masyarakat tidak mampu, kita akan menjadikan Dinas Sosial (Dinsos) sebagai leading sectornya, nanti Dinsos yang akan mengkoordinasikan masalah ini ke kecamatan dan kelurahan," tutupnya. (Bam/Diens).