Foto: Anggota DPR RI saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang
Foto: Anggota DPR RI saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang
MEMOonline.co.id, Sampang – Hingga saat ini, masalah langganan banjir di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum menemukan solusi yang tepat mengatasinya.
Bahkan, normalisasi sungai Kamoning yang dibangun untuk mengatasi banjir di Sampang, sampai sekarang masih belum menunjukkan bukti yang maksimal.
Terbukti setiap tahun, Kabupaten Sampang masuh rutin langganan banjir. Hal itu tentu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya Bupati terpilih yang baru beberapa hari dilantik.
Sementara Jakfar Sodik, anggota DPR RI dari komisi VIII dalam kunjungannya ke Kabupaten Sampang menuturkan, jika untuk mengatasi banjir di Kabupaten Sampang, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 600 Miliar.
Dengan rincian Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan, dan Rp 400 miliar sisanya, untuk pembuatan sodetan dengan panjang 73 meter dan lebar 70 meter.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir di Sampang, diprediksi sekitar Rp 600 miliar. Kurang lebih segitu lah anggaran yang dibutuhkan," jelasnya.
Jakfar Sodik menambahkan, selama ini normalisasi sungai Kamoning masih dalam pengerjaan, meskipun itu nantinya selesai, sulit untuk mengatasi banjir di Sampang. Sebab, sungai tersebut diprediksi hanya mampu menampung debit air sekitar 200 kubik.
“Semestinya untuk bisa mengatasi banjir di Sampang seharusnya 413 kubik, bukan 200 kubik seperti yang selama ini,” paparnya.
Masih menurut Jakfar, Pemerintah Pusat sudah menyediakan anggaran, asalkan pemerintah daerah (Sampang) menyediakan tanah untuk pembebasan lahan.
Ditempat yang sama, Kadis BPBD Kabupaten Sampang, Anang Djoenadi mengatakan, kami mengapresiasi kedatangan anggota DPR RI Komisi VIII ini, ternyata selama ini dia selalu memantau perkembangan banjir yang terjadi di Sampang.
Beliau juga mendesak selain BNPB di Kementrian yang lain, seperti kementerian PUPR, kementerian Sosial, supaya memperhatikan pembangunan pengendalian banjir di Kabupaten Sampang.
"Tidak hanya BNPB yang peduli banjir di Sampang, tapi di kementerian yang lain seperti kementerian PUPR dan kementerian Sosial, juga harus peduli masalah banjir di Sampang," pungkasnya. (Fhatur/diens)