Awas ! PKL Yang Nekat Jualan di Seputaran Alun-alun Kota Batu Akan Kena Sanksi Rp 250 Juta

Foto: Yopi Supriadi, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Pemkot Batu
1807
ad

MEMOonline.co.id, Kota Batu – Ketegasan penegak Perda Kota Batu dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di seputaran Alun-Alun Kota Batu, Jawa Timur, patut diacungi jempol.

Pasalnya, Satpol PP Kota Batu akan memberikan sanksi tegas bagi PKL yang mokong  dan tetap berjualan di seputaran alun-alun Kota batu, yakni berupa denda Rp 250.000.000,-.

"Keberadaan PKL yang berjualan di seputaran alun-alun Kota Batu, sudah memakan badan jalan hingga trotoar. Bahkan, mereka membagi dua lokasi di sepanjang jalan trotoar. Jelas ini sudah melanggar peraturan dan menganggu para wisatawan yang berkunjung,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Batu, Yopi Supriadi, Minggu (8/7/2018).

Padahal menurutnya, peraturannya sudah jelas, yakni bagi setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki (trotoar), dan alat pengamanan Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah).

“Itu kan sudah sangat jelas sekali,” terang Yopi.

Oleh sebab itu pihaknya terus mengontrol keberadaan PKL yang berjualan di seputaran alun-alun Kota Batu, pasca sosialisasi melalui surat himbauan terkait larangan berjualan di seputaran Alun-alun Kota Batu, pada Kamis (5/7/2018) lalu.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu mendatangi satu persatu Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran kawasan Alun-alun Kota Batu, serta terus melakukan sosialisai.

"Kami bakal terus memantau perkembangan PKL, terutama pada malam hari yang semakin meriah (banyak PKL). Bahkan keberadaan trotoar di sepanjang ruas jalan di Kota Batu saat ini dipenuhi dengan PKL,” papar Yopi.

Namun begitu, bila dalam kurun waktu tiga hari para PKL tidak menggubris surat peringatan tersebut, maka Pemkot Batu telah menyiapkan tim gabungan.

Yang terdiri dari unsur TNI dan Polri guna untuk operasi gabungan (menertibkan PKL). Sehingga area di seputaran kawasan Alun-alun Kota Batu benar-benar bersih dari PKL.

Meski demikian Yopi berharap ada kerja sama yang baik, kepada PKL.

"Ya, kita berharap agar mereka (PKL) mau mentaati surat edaran dari Pemerintah Kota Batu. Jika tidak, dengan terpaksa kita sebagai penegak Peraturan Daerah (perda) bakal bertindak tegas, dengan melibatkan unsur TNI dan Polri," tegasnya. (Risma/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar