Jembatan Baru Rp336,5 Juta di RSUD Lumajang Jadi Sorotan, Manajemen Bungkam Soal Pembengkakan Anggaran ‎

Foto : Pelaksanaan proyek jembatan di depan RSUD dr. Haryoto Lumajang
52
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sorotan publik mengarah pada proyek pembangunan jembatan penyeberangan baru senilai Rp336,5 juta di lingkungan RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Proyek yang menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Anggaran 2026 tersebut tetap berjalan meski jembatan eksisting dinilai warga masih aman dan memadai.

Proyek tersebut dikerjakan CV Khadijah Land dengan pengawasan CV NDE Konsultan. Berdasarkan informasi kontrak, pekerjaan dimulai 3 Agustus 2026 dengan durasi pelaksanaan 90 hari.

Menanggapi sorotan masyarakat, Humas RSUD dr. Haryoto Lumajang, Agus, memberikan penjelasan yang lebih banyak menitikberatkan pada kebutuhan teknis pelayanan kegawatdaruratan.

“Tujuannya murni demi pasien. IGD butuh jalur masuk utama khusus, gerbang serta jalur terpisah dari poliklinik maupun area parkir umum,” jelas Agus.

Menurutnya, pemisahan jalur tersebut diperlukan untuk memastikan kendaraan yang membawa pasien dalam kondisi darurat tidak terkendala kepadatan akses masuk rumah sakit.

“Ambulans dan kendaraan pasien darurat tidak boleh terhambat antrean tiket parkir atau palang gerbang utama yang padat,” tambahnya.

Namun, penjelasan tersebut belum menjawab pertanyaan utama yang berkembang di tengah masyarakat, terutama mengenai besarnya anggaran pembangunan jembatan yang mencapai Rp336,5 juta.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai komponen biaya proyek, dasar perhitungan anggaran, kajian efisiensi, maupun pertimbangan teknis yang membuat pembangunan jembatan baru dinilai sebagai pilihan yang paling tepat.

Padahal, persoalan yang dipertanyakan publik bukan semata-mata kebutuhan pemisahan akses IGD, melainkan apakah kebutuhan tersebut harus diwujudkan melalui pembangunan jembatan baru dengan anggaran ratusan juta rupiah.

Sejumlah pihak menilai pengaturan ulang alur lalu lintas dan akses kendaraan di lingkungan rumah sakit perlu dikaji sebagai alternatif sebelum mengalokasikan anggaran sebesar itu.

Pernyataan sebelumnya dari pihak RSUD yang menyebut pembangunan tersebut dilakukan “untuk peningkatan layanan” juga dinilai belum cukup menjawab aspek transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BLUD.

Publik kini menunggu keterbukaan manajemen RSUD dr. Haryoto Lumajang mengenai rincian anggaran dan dasar pengambilan keputusan pembangunan tersebut.

Pertanyaan yang masih menggantung adalah: seberapa mendesak pembangunan jembatan baru itu, dan apakah nilai Rp336,5 juta benar-benar sebanding dengan kebutuhan pelayanan IGD?

Hingga berita ini diturunkan, rincian perhitungan biaya serta kajian yang menjadi dasar pembangunan jembatan tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Penulis     :    Tim/Redaksi

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Rokok Makayasa kembali memperluas penetrasi pasar dengan membidik sejumlah wilayah baru di Jawa Timur hingga luar Pulau...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Konfirmasi terbaru hari ini menyusul kontroversi proyek jembatan penyeberangan senilai Rp336,5 Juta di RSUD dr....

MEMOonline.co.id. Palu- Sulteng- Gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Rafiq Al...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo terus melakukan koordinasi untuk mendukung percepatan pengerjaan...

MEMOonline.co.id. Bogor- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat menangani dampak asap akibat kebakaran di kawasan...

Komentar