‎Persoalan di SPBU Klakah Selesai Secara Kekeluargaan ‎

Foto : SPBU Klakah nampak dari depan
33
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Persoalan yang sempat muncul terkait pelayanan dan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Klakah, Jalan Raya Klakah, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, kini dinilai telah selesai dan diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak manajemen SPBU dengan konsumen yang bersangkutan.

‎ ‎Peristiwa bermula ketika Mutiani, pemilik kendaraan Toyota Innova dengan nomor polisi L 1680 ADO, mendatangi SPBU Klakah untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi.

Pada saat petugas hendak memproses transaksi melalui sistem barcode, Mutiani mendapati barcode miliknya tidak dapat digunakan.

Hal ini menyebabkan pengisian BBM bersubsidi tidak dapat dilakukan.

Kejadian tersebut sempat berlangsung sekitar tiga hari sebelum akhirnya diketahui dan diselesaikan.

‎ ‎Kondisi tersebut sempat menimbulkan keresahan dan pertanyaan dari Mutiani, mengingat barcode yang digunakan sebelumnya berfungsi normal.

Ketidakberfungsian barcode tersebut tidak hanya terjadi di SPBU Klakah, melainkan juga di beberapa titik pengisian lainnya.

Hal ini memicu dugaan adanya kendala teknis maupun administratif yang mempengaruhi hak konsumen dalam memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

‎ ‎Pihak Mutiani kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada manajemen SPBU Klakah.

Setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi data oleh Hadi, Manager SPBU Klakah, diketahui bahwa ketidakberfungsian barcode tersebut terjadi akibat kesalahpahaman dan ketidakcocokan data sementara, bukan merupakan tindakan yang disengaja maupun berniat jahat.

‎ ‎Pihak pengelola SPBU segera melakukan perbaikan dan pemutakhiran data sehingga barcode milik Mutiani kembali aktif dan berfungsi normal seperti semula.

‎ ‎Menyikapi peristiwa tersebut, Manager SPBU Klakah, Hadi, mengundang Mutiani beserta keluarganya untuk duduk bersama dalam penyelesaian secara terbuka dan kekeluargaan.

Pertemuan ini melibatkan keluarga kedua belah pihak serta disaksikan oleh sejumlah saksi yang hadir pada saat itu.

‎ ‎Dalam pertemuan tersebut, Mutiani beserta keluarga telah mendengarkan penjelasan secara rinci mengenai kronologi peristiwa dan penyebab terjadinya kendala.

Setelah menerima penjelasan, Mutiani memahami alur peristiwa secara keseluruhan, mengakui bahwa peristiwa yang terjadi semata-mata merupakan suatu kesalahpahaman, dan tidak menuntut hal apa pun kepada pihak SPBU.

‎ ‎Penyelesaian ini disepakati bersama secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

‎ ‎Mutiani menyatakan secara tegas bahwa ia tidak menuntut apa pun dan menerima penjelasan yang disampaikan pihak SPBU.

Dengan diterimanya penyelesaian tersebut, maka persoalan dianggap telah tuntas sepenuhnya dan tidak ada lagi sengketa maupun tuntutan yang diajukan dari kedua belah pihak.

Pernyataan penerimaan ini disampaikan secara sadar dan tanpa tekanan apa pun.

‎ ‎Manager SPBU Klakah, Hadi, menyampaikan bahwa penyelesaian yang dilakukan telah memenuhi prinsip keadilan dan musyawarah untuk mufakat, sebagaimana dianut dalam hukum dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

‎ ‎"Kami menyadari sempat terjadi kendala yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi Ibu Mutiani. Atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Alhamdulillah, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan. Kami berterima kasih kepada Ibu Mutiani yang telah memahami alur peristiwa dan tidak menuntut apa pun. Saat ini barcode sudah berfungsi normal kembali seperti semula. Kami berharap persoalan ini menjadi pelajaran bersama untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. Kami tetap berkomitmen melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, jujur, dan transparan," ungkap Hadi, Manager SPBU Klakah.

‎ ‎Pihak manajemen juga menegaskan bahwa sistem barcode kini telah kembali normal dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Hak Mutiani telah dipulihkan sepenuhnya dan ia dapat kembali melakukan pengisian BBM bersubsidi tanpa kendala.

‎ ‎Selanjutnya, pihak manajemen menyampaikan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk lembaga pengawas dan masyarakat, guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran, akurat, dan pelayanan kepada konsumen semakin baik dan terpercaya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Dugaan pelanggaran berat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang kini resmi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Proyek perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Lenteng-Mandala hingga jalur menuju Rubaru, Kabupaten Sumenep, dengan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pembangunan Dam Pelimpah Sungai Tanggul Lama di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, yang menelan...

MEMOonline.co.id. Jakarta- Anas Urbaningrum menilai pertengkaran terkait pernyataan Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden Joko Widodo soal...

MEMOonline.co.id. Yogyakarta- Kiai Haji Maimun Toha, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kencong, Kabupaten Jember, sekaligus seniman dan kaligrafer,...

Komentar