‎Cegah Api Merambat, Kapolres Lumajang Turun Langsung Pantau Sekat Bakar di Perbatasan Bromo ‎

Foto: Kapolres Lumajang saat berada di lokasi melakukan penyekatan api
57
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ancaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus dipantau ketat.

Kapolres Lumajang, AKBP Riki Rayiandi, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung peninjauan ke lokasi perbatasan wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8/2026), guna memastikan titik api tidak meluas hingga masuk ke wilayah Lumajang.

‎ ‎Menggunakan sepeda motor trail, AKBP Riki didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno, para pejabat utama, jajaran personel Polres Lumajang, serta petugas Balai Besar TNBTS menyusuri jalur menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro — wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Probolinggo.

‎ ‎Sesampainya di lokasi, rombongan langsung memantau kondisi kebakaran sekaligus mengecek kesiapan sekat bakar yang telah dibangun untuk menahan laju api.

Kapolres pun menginstruksikan pembuatan sekat bakar darurat guna mengunci pergerakan api agar tidak meluas.

‎ ‎“Kami saat ini sedang melakukan pemantauan, mitigasi, serta antisipasi pencegahan terkait kebakaran hutan di wilayah TNBTS,” ujar AKBP Riki di jalur perbatasan Kecamatan Sukapura–Kecamatan Senduro.

‎ ‎Dijelaskan, hingga saat ini titik api masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan belum memasuki wilayah administratif Lumajang.

Meski demikian, seluruh personel diperintahkan untuk tidak lengah.

Kondisi vegetasi yang kering serta perubahan arah angin sewaktu-waktu dapat mempercepat perambatan api.

‎ ‎“Kondisi vegetasi yang cukup kering membuat potensi perambatan api tetap harus diwaspadai. Karena itu patroli, pemantauan, serta penyekatan akan terus dilakukan secara berkala,” tegasnya.

‎ ‎Di lapangan, personel gabungan juga memeriksa jalur-jalur rawan yang berpotensi menjadi lintasan api apabila terjadi perubahan arah angin.

Selain memastikan sekat bakar berfungsi maksimal, koordinasi terus diperkuat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan jika api bergerak mendekati wilayah Lumajang.

‎ ‎Kapolres juga menegaskan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan. Medan terjal, suhu panas, serta asap pekat menjadi risiko yang harus diantisipasi dengan kewaspadaan tinggi.

‎ ‎“Penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan sendiri. Sinergi antara Polri, Balai Besar TNBTS, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci pengendalian agar api tidak meluas,” tambahnya.

‎ ‎Pemantauan dan penyekatan di kawasan perbatasan ini merupakan langkah preventif melindungi kawasan konservasi sekaligus menjaga wilayah Lumajang dari ancaman karhutla. Selama kebakaran belum sepenuhnya padam, patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto membuka Turnamen Catur Antar Wartawan, dan Instansi Kota...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Tim Brigade 571 Trisula Macan Putih (TMP) Wilayah Madura kembali menggelar audiensi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar Sholawat Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Jajaran Polsek Padang Polres Lumajang terus mengoptimalkan peran personel Bhabinkamtibmas di lapangan guna mendukung...

Komentar