65 Desa Kepulauan Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027 Secara Manual

Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain.
781
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027 di wilayah kepulauan tetap menggunakan sistem pemungutan suara manual.

Sebanyak 65 desa yang tersebar di sembilan kecamatan kepulauan akan mengikuti pesta demokrasi tersebut.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain.

Menurutnya, mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di wilayah kepulauan tetap dilakukan secara manual menggunakan surat suara.

"Untuk Pilkades Serentak 2027 di wilayah kepulauan, tetap menggunakan sistem pemilihan manual," tegas Achmad Dzulkarnain.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi geografis kepulauan yang memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah daratan.

Jarak antarpulau, keterbatasan jaringan telekomunikasi, akses transportasi laut, hingga kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama yang mendasari kebijakan tersebut.

Dengan sistem manual, masyarakat tetap menyalurkan hak pilih secara langsung menggunakan surat suara.

Selanjutnya, proses penghitungan dilakukan secara terbuka di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun sembilan kecamatan kepulauan yang akan menggelar Pilkades Serentak 2027 meliputi Kecamatan Giligenting, Gayam, Nonggunong, Raas, Masalembu, Arjasa, Kangayan, Sapeken, dan Talango.

Kecamatan Arjasa menjadi wilayah dengan jumlah desa peserta terbanyak, yakni 15 desa. Disusul Kecamatan Sapeken dengan 10 desa dan Kecamatan Gayam sebanyak 9 desa.

Secara keseluruhan, rincian desa peserta terdiri atas Giligenting (5 desa), Gayam (9 desa), Nonggunong (7 desa), Raas (4 desa), Masalembu (3 desa), Arjasa (15 desa), Kangayan (7 desa), Sapeken (10 desa), dan Talango (5 desa).

Pelaksanaan Pilkades di wilayah kepulauan dinilai memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan daerah daratan.

Selain memastikan tahapan demokrasi berjalan lancar, pemerintah juga harus mengantisipasi distribusi logistik, kesiapan petugas, transportasi laut, hingga potensi cuaca ekstrem.

Karena itu, penggunaan sistem manual dinilai sebagai pilihan paling efektif dan realistis agar seluruh masyarakat di desa-desa kepulauan dapat menggunakan hak pilihnya tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur.

Pemerintah daerah juga diharapkan mempersiapkan distribusi logistik secara matang, terutama untuk wilayah yang berjarak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Sumenep, seperti Masalembu, Sapeken, Arjasa, dan Kangayan.

Melalui Pilkades Serentak 2027, Pemkab Sumenep berharap lahir kepala desa yang memiliki legitimasi kuat sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan.

Dengan tetap mempertahankan sistem manual, pemerintah menegaskan bahwa kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi warga kepulauan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Sebanyak 65 desa dan ribuan warga kepulauan akan menjadi bagian dari pesta demokrasi desa tersebut.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik jual beli seragam yang berlangsung di lingkungan SMKN Pasirian, Kabupaten Lumajang, kini menjadi sorotan tajam...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Di tengah proses penanganan musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, sinergi antara...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih terus berlangsung....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik...

MEMOonline.co.id. Jakarta- Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menyampaikan sejumlah masukan kepada Presiden menyusul...

Komentar