Approval Rating Pemerintah Dinilai Mengkhawatirkan, Anas Urbaningrum Minta Presiden Fokus Penuhi Janji Kampanye dan Evaluasi Kabinet

Foto: (Dok.) Anas Urbaningrum saat dikonfirmasi awak
47
ad

MEMOonline.co.id. Jakarta- Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menyampaikan sejumlah masukan kepada Presiden menyusul tren penurunan tingkat kepuasan atau approval rating pemerintah yang dinilainya mulai mengkhawatirkan.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, @anasurbaningrum, Anas mengungkapkan bahwa berbagai hasil survei, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak, menunjukkan kecenderungan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.

Menurut mantan Ketua Umum PB HMI tersebut, kondisi itu patut menjadi perhatian karena masa pemerintahan belum genap dua tahun, sementara pemerintah mengawali masa jabatannya dengan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi.

"Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun. Apalagi dengan modal awal yang sangat tinggi," tulis Anas melalui akun X @anasurbaningrum, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Anas kemudian menawarkan lima langkah yang dinilai dapat membantu pemerintah mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan publik.

Masukan pertama adalah mengembalikan fokus pemerintah pada realisasi janji-janji kampanye.

Menurutnya, di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah sebaiknya memprioritaskan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat dibanding meluncurkan program-program baru yang bersifat ad hoc.

"Kembali fokus untuk memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Apalagi dengan ketersediaan anggaran yang relatif ketat. Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan sebaiknya tidak lagi dilakukan," ujarnya.

Kedua, Anas menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal pemerintahan agar seluruh anggota kabinet memiliki irama kerja yang sama di bawah kepemimpinan Presiden.

Ia juga mengingatkan agar tidak muncul kesan adanya perlakuan yang berbeda di antara para pembantu Presiden.

"Kabinet harus benar-benar bergerak bersama dalam irama kerja yang dipimpin Presiden," tegasnya.

Masukan ketiga berkaitan dengan pembenahan komunikasi publik pemerintah. Menurut Anas, pemerintah sebaiknya lebih aktif membangun narasi dan menghasilkan isu-isu positif daripada hanya merespons berbagai polemik yang berkembang di ruang publik.

Ia menilai komunikasi yang efektif dapat mengurangi potensi kontroversi dan kesalahpahaman yang pada akhirnya berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat.

"Memproduksi isu jauh lebih baik ketimbang menanggapi. Hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi dan kesalahpahaman penting untuk ditekan karena dapat menggerus kepercayaan dan kepuasan publik," katanya.

Keempat, Anas mendorong pemerintah meningkatkan kinerja pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, pelayanan publik, dan keamanan.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan lebih mudah dirasakan publik dan berpengaruh langsung terhadap meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat.

Masukan terakhir adalah melakukan perampingan struktur kabinet. Menurut Anas, kabinet yang lebih ramping akan mempermudah koordinasi, memperkuat konsolidasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pemerintahan.

"Citra kerja keras dan efisiensi pemerintah lebih mudah dibangun jika postur kabinet lebih ramping dan gesit. Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan Presiden berlari kencang dan bekerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari keluarga besar kabinet yang hanya bekerja sekadarnya," ujarnya.

Anas menegaskan bahwa lima poin tersebut bukan satu-satunya solusi. Namun, ia berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperkuat efektivitas pemerintahan dan mengembalikan kepercayaan publik.

"Tentu saran bisa lebih panjang dan detail lagi. Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga baik atau membaik. Ayo Pak Presiden, bisa!" tutupnya.

Penulis     :    Ari

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyampaikan apresiasi tinggi atas pengabdian jajaran TNI di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pengurus Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Sumenep Masa Khidmat 2026–2028 resmi dilantik dalam resepsi yang digelar...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Musibah pelayaran terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Santosa 2 yang...

MEMOonline.co.id. Jember- Kepolisian Resor (Polres) Jember menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Jember di halaman Mapolres...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Polresta Sumenep menggelar Upacara Purna Tugas dan Korp Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian di Lapangan Apel Tribrata...

Komentar