Foto : screen Konten kreator
Foto : screen Konten kreator
MEMOonline.co.id. Lumajang- Segoro Topeng Kaliwungu 2026 telah usai, namun jejak budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut tetap dapat dinikmati masyarakat melalui ratusan konten digital yang dipublikasikan di berbagai kanal resmi Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Dokumentasi tersebut tidak hanya menjadi rekaman penyelenggaraan acara, tetapi juga berfungsi sebagai arsip digital yang dapat diakses kapan saja sebagai sumber informasi dan referensi budaya.
Berdasarkan rekap pada Portal Berita Pemerintah Kabupaten Lumajang, InfoPublik, serta media sosial resmi pemerintah di Facebook, Instagram, X, TikTok, dan YouTube, diperkirakan terdapat sekitar 160 konten yang dipublikasikan selama rangkaian Segoro Topeng Kaliwungu 2026.
Publikasi dilakukan secara berkelanjutan sejak pra-acara, pelaksanaan, hingga pascakegiatan dalam bentuk berita, infografis, poster digital, foto, reels, dan video.
Keberadaan arsip digital tersebut memberikan nilai lebih dibanding sekadar dokumentasi kegiatan.
Masyarakat, pelajar, pegiat budaya, akademisi, hingga wisatawan dapat kembali mengakses informasi mengenai tradisi, pertunjukan seni, prosesi budaya, serta berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari Segoro Topeng Kaliwungu tanpa dibatasi waktu maupun tempat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa dokumentasi digital merupakan bagian penting dari upaya menjaga memori kolektif masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, setiap konten yang dipublikasikan bukan hanya mengabadikan sebuah peristiwa, tetapi juga menyimpan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
"Dokumentasi digital memiliki nilai yang jauh lebih panjang daripada sebuah kegiatan. Ketika seluruh informasi, foto, dan video terdokumentasi dengan baik, masyarakat dapat mengaksesnya kembali kapan saja sebagai referensi, bahan pembelajaran, maupun pengingat akan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Lumajang," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Mustaqim menambahkan, pengelolaan arsip digital juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan informasi publik yang berkelanjutan.
Melalui kanal resmi pemerintah, dokumentasi budaya tidak hanya tersimpan dengan baik, tetapi juga mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
"Kami ingin dokumentasi budaya tidak berhenti setelah acara selesai. Konten-konten yang dipublikasikan harus tetap hidup sebagai arsip digital yang dapat dipelajari, dibagikan, dan menjadi sumber informasi resmi bagi masyarakat. Dengan cara itu, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi," tegasnya.
Melalui pengelolaan arsip digital yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya menghadirkan dokumentasi budaya yang tidak hanya menjadi catatan sebuah peristiwa, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat kapan saja.
Langkah ini sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi informasi agar warisan budaya Lumajang tetap terdokumentasi, mudah diakses, dan dikenal lebih luas oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak