Foto: (Dok) Tim
Foto: (Dok) Tim
MEMOonline.co.id. Lumajang- Kekayaan budaya lokal kembali menunjukkan daya tariknya di tingkat internasional.
Pergelaran Sendratari Kolosal Segoro Topeng Kaliwungu pada Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan langsung warisan budaya khas Kabupaten Lumajang.
Ribuan masyarakat bersama wisatawan domestik dan mancanegara memadati kawasan Pantai Watu Pecak untuk menikmati pertunjukan yang mengangkat kisah kejayaan Lamadjang melalui perpaduan tari, musik tradisional, dan tata artistik yang berpadu dengan panorama pesisir selatan Lumajang.
Salah seorang wisatawan asal Republik Ceko, Petra, mengaku terkesan dengan kualitas pertunjukan yang disaksikannya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama berada di Indonesia.
"Pertunjukan ini benar-benar sangat indah. Rasanya seperti mimpi karena kami belum pernah melihat pertunjukan budaya seperti ini secara langsung. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang atas undangannya. Semua yang kami lihat sangat luar biasa dan meninggalkan kesan yang mendalam," ungkapnya.
Apresiasi wisatawan mancanegara tersebut menjadi gambaran bahwa budaya lokal memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata.
Ketika dikemas secara kreatif dan berkualitas, seni tradisi tidak hanya menjadi media pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat internasional.
Keberhasilan penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu juga didukung oleh kerja keras para seniman dan ratusan penari yang menjalani proses latihan intensif selama lebih dari satu bulan.
Kolaborasi tersebut menghasilkan pertunjukan yang mampu memadukan nilai sejarah, seni, dan keindahan alam dalam satu panggung budaya.
Salah seorang penari, Amira, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
Menurutnya, seluruh proses latihan terbayar ketika melihat antusiasme ribuan penonton, termasuk wisatawan mancanegara yang memberikan apresiasi terhadap budaya Lumajang.
"Kami berlatih lebih dari satu bulan. Tantangan terbesar adalah menari di atas pasir pantai dengan cuaca yang cukup panas. Namun semua itu terbayar ketika melihat antusiasme penonton, terutama wisatawan mancanegara yang begitu mengapresiasi budaya Lumajang," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat promosi daerah melalui pendekatan budaya.
Diharapkan semakin banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, mengenal kekayaan seni, sejarah, dan destinasi wisata Lumajang sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak