‎Publik Minta Inspektorat Evaluasi Program Ngapling atau Tambal Sulam DPU-TR Lumajang ‎

Foto : Kondisi tambal sulam di Jalan Bromo Desa Klanting Kecamatan Sukodono Lumajang ‎
43
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Peristiwa kecelakaan yang dipicu kerusakan ruas jalan di Jalan Bromo masuk Desa Klanting Kecamatan Sukodono Lumajang, berujung publik pertanyaan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang.

‎ ‎Respon cepat dilakukan dengan melakukan tambal sulam guna meminimalisir resiko pada pengguna jalan.

‎ ‎Berujung disorot, tambal sulam diduga dilakukan asal-asalan. Pantau dilapangan, hasil kinerja dirasa memprihatinkan. Batu kerikil dititik tambal sulam mudah dikelupas. Senada menunjukkan, tak lama akan timbul kerikil bertaburan di badan jalan, justru membahayakan.

‎ ‎"Tinggal nunggu hujan saja, nanti saya vidio biar masyarakat mengetahui hasil kerja PU begini," ucap Usup Cahyadi warga setempat ditemui tim Memoonline, Rabu (3/6/2026).

‎ ‎"Campuran aspal atau misal ada bahan perekat lainnya ini sepertinya tipis pak. Secara logika, ini kan mudah kemasukan air, ya pasti hancur. Nanti endingnya dilarikan ke muatan kendaraan yang disebutnya berlebihan. Coba Inspektorat koreksi ini apa sudah sesuai dengan teknisnya," imbuh Usup dengan raut geram.

‎ ‎Merujuk situasi tersebut, Memoonline mengkonfirmasi Kabid Bina Marga DPU-TR Kabupaten Lumajang, Heri Setiawan dihari yang sama, namun hingga berita ini ditayangkan, belum memperoleh respon.

‎ ‎Anggaran atau biaya perawatan jalan atau perbaikan berkala kian jadi pertanyaan.

‎ ‎Kondisi tersebut, terpantau serupa dengan ruas jalan di tempat lain dalam konteks tambal sulam. Diduga, ada permainan dalam sisi penganggaran bahkan rentan disunat oknum, ditutup dengan LPJ disetarakan seolah sudah maksimal.

‎ ‎Sebagai informasi, kerusakan jalan di Kabupaten Lumajang belakangan santer dibicarakan. Timbul persepsi 'No Viral No Justice'

‎ ‎"Kalau viral baru direspon. Katanya ada tim survey,  kan seharusnya jangan tunggu masyarakat jadi korban. Banyak kejadiannya pak, tapi yang terangkat ke sosial media ini. Karena kita apa ya?, kasihan saja, masyarakat bayar pajak tapi hak untuk memperoleh fasilitas umum utamanya jalan yang nyaman dilalui belum terpenuhi," pungkas Usup.

Penulis     :    Tim Redaksi

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep-‎ Memasuki musim tanam tembakau 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengimbau para petani...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Polemik dugaan jual beli lapak Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun Kota Batu belum mereda. Desakan agar kasus ini tuntas...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Geliat pariwisata Kota Batu kembali terasa. Taman Rekreasi Selecta menjadi salah satu destinasi yang paling diburu...

Komentar