‎Lagi-lagi, Indikasi Penyalahgunaan Bantuan Erupsi Semeru Terangkat ke Permukaan ‎

Foto: Paket bantuan di kediaman Ketua Poktan
545
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Alokasi bantuan Gubernur Jawa Timur ke Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang, sarat kedok.

‎ ‎Bermula informasi diterima Memoonline, Senin (12/1/2026), ada pengajuan mengatasnamakan Kelompok Tani (Poktan) Cipta Jasa II desa setempat, notabenenya mengaku sebagai posko penyaluran bantuan kemanusiaan, pada korban terdampak bencana Erupsi Semeru.

‎ ‎Namun, fakta sebaliknya. Batuan berupa 1000 paket sembako, pasca dikirim oleh BPBD Provinsi Jawa Timur ke kediaman Ketua Poktan Cipta Jasa II, Dulmanan pada Rabu (17/12/2025) lalu, diduga diselewengkan.

‎ ‎Dalam rentang waktu satu bulan, ratusan paket kemanusiaan itu, masih tertimbun di kediaman sang Ketua Poktan.

‎ ‎Dikonfirmasi di kediamannya, Dulmanan mengakui ada arahan dari oknum dewan.

"Saya cuma dititipin, untuk penyalurannya menunggu perintah dari pak dewan. Intinya jangan diapa-apakan, nanti kalau ada apa-apa saya yang tanggung jawab. Bilangnya gitu pak," ucap Dulmanan, Senin (12/1/2026).

‎ ‎Selebihnya beberapa anggota kelompok tani di Desa Dawuhan Wetan terkonfirmasi sudah menerima paket bantuan tersebut, meski notabenenya bukan warga terdampak Erupsi Semeru.

‎ ‎"Diambil camat 100 paket. Dibawa pak dewan juga, kalau tidak salah dibagikan ke Desa Sidorejo. Ini sisa sekitar 300 San paket, intinya saya tidak boleh ngapain, untuk membaginya nunggu perintah," imbuhnya.

‎ ‎Kepentingan oknum berkedok terjadinya bencana Erupsi Semeru di Lumajang, kian terendus. Petani setempat mengira, bantuan itu mutlak dari sang oknum dewan.

Padahal, ada sisi lain dibaliknya, mendasari surat pengajuan, hingga pengalokasian yang sarat membongkar modus.

‎ ‎"Lebih jelasnya, bapak langsung ke pak dewan saja. Saya hanya menerima titipan," lanjutnya mengulas.

‎ ‎Dulaman nampak ketir, raut wajahnya menggambarkan kekhawatiran akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

‎ ‎Dilain sisi, dalam tahapan alokasi bantuan tersebut sempat ditentang oleh perangkat desa setempat.

Perangkat desa mempertanyakan, mengapa bantuan yang mulanya direncanakan akan dibagi ke korban Erupsi Semeru, malah dibagikan ke petani dan warga di Desa Dawuhan Wetan.

‎ ‎"Kita tidak diperbolehkan menerima bantuan itu, oleh PJ. Kades. Sempat arahan larangan itu dishare ke grup WhatsApp perangkat desa. Karena jelas, bantuan itu untuk korban Erupsi Semeru," tegas salah satu perangkat desa setempat, namun meminta namanya tak dionlinekan.

‎ ‎Kini, modus sedikit terungkap. Mengetahui perihal tersebut, masyarakat meminta untuk alur diperjelas.

"Jangan sampai bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Erupsi Semeru, dijadikan kedok untuk mengambil keuntungan pribadi. Jika memang benar begitu tentu sangat tidak manusiawi," keluh warga.

‎ ‎Pantauan dilapangan, dalam 1000 paket tersebut, berisikan bahan sembako dengan estimasi kisaran pada angka kurang lebih Rp. 150 ribu, disetiap paketnya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sampang- Medco Energi Pty Ltd bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kabupaten Sampang menggelar sosialisasi kebencanaan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Warga Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang, mendokumentasi sebuah tangki ukuran 5000 liter membuang limbah di...

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

Komentar