Soal Beredarnya Pamflet Paslon Pilgub Catut Organisasi Ekstra Kampus, Begini Kata Kader HMI Cabang Jember

Foto: Heri Susanto salah satu Alumni HMI
1849
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Mendekati pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur beredar pamflet pasangan calon yang mencantumkan tiga lambang organisasi ekstra kampus.

Pamflet yang bertuliskan dukungan pada pasangan Syaifullah Yusuf-Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau lebih dikenal dengan Puti Guntur Soekarno itu menyebar di masyarakat melalui media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp.

Dalam pamflet tersebut tercantum lambang tiga organisasi ekstra kampus, salah satunya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Selain itu dalam pamflet yang bertuliskan "Perhimpunan Pemuda dan Mahasiswa Madura" itu juga terpampang foto Pasalon Gus Ipul-Puti. Bahkan dalam pamflet itu juga bertuliskan dukungan untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua. Hingga kini belum diketahui siapa yang membuat termasuk yang menyebarkan pertamakalinya.

Menanggapi hal Heri Susanto salah satu Alumni HMI menyayangkan pencatutan lambang organisasi kampus, seperti HMI. Baginya HMI bukanlah organisasi yang harus terjun ke politik, juga bukan partai praktis.

"Sesuai AD/ART, HMI berfungsi sebagai organisasi mahasiswa, juga berfungsi sebagai organisasi kader tertera dalam BAB 1V, pasal 7 dan pasal 8, jadi saya sangat menyayangkan ketika ada pamfled seperti yang beredar luas di sosial media itu," kesalnya.

Alumni HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol itu melarang keras tim pemenangan maupun relawan mencantumkan lambang organisasi kampus, khususnya HMI.

Baginya, tindakan itu termasuk salah satu tindakan politik sporadis yang tidak patut ditiru. Namun, dirinya tidak melarang kader ataupun alumni HMI untuk terjun didunia politik.

Dengan begitu kata Heri, pencatutan lambang organisasi itu harus diluruskan bersama. Karena bisa memperjelek citra organisasi kedepan.

"Saya berharap kepada rekan-rekan, siapapun yang menjadi tim mari kita luruskan persoalan ini,  agar organisasi kemahasiswaan tidak menjadi polemik atau dalang politik, lebih-lebih di cagub ini.  Kita harus bisa membedakan antara kader dan alumni, silahkan berpolitik dan mendukung paslon manapun, akan tetapi jangan sebut organisasi yang dibangun secara independensi," Pungkasnya Heri susanto. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar