Soal Beredarnya Pamflet Paslon Pilgub Catut Organisasi Ekstra Kampus, Begini Kata Kader HMI Cabang Jember

Foto: Heri Susanto salah satu Alumni HMI
1831
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Mendekati pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur beredar pamflet pasangan calon yang mencantumkan tiga lambang organisasi ekstra kampus.

Pamflet yang bertuliskan dukungan pada pasangan Syaifullah Yusuf-Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau lebih dikenal dengan Puti Guntur Soekarno itu menyebar di masyarakat melalui media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp.

Dalam pamflet tersebut tercantum lambang tiga organisasi ekstra kampus, salah satunya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Selain itu dalam pamflet yang bertuliskan "Perhimpunan Pemuda dan Mahasiswa Madura" itu juga terpampang foto Pasalon Gus Ipul-Puti. Bahkan dalam pamflet itu juga bertuliskan dukungan untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua. Hingga kini belum diketahui siapa yang membuat termasuk yang menyebarkan pertamakalinya.

Menanggapi hal Heri Susanto salah satu Alumni HMI menyayangkan pencatutan lambang organisasi kampus, seperti HMI. Baginya HMI bukanlah organisasi yang harus terjun ke politik, juga bukan partai praktis.

"Sesuai AD/ART, HMI berfungsi sebagai organisasi mahasiswa, juga berfungsi sebagai organisasi kader tertera dalam BAB 1V, pasal 7 dan pasal 8, jadi saya sangat menyayangkan ketika ada pamfled seperti yang beredar luas di sosial media itu," kesalnya.

Alumni HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol itu melarang keras tim pemenangan maupun relawan mencantumkan lambang organisasi kampus, khususnya HMI.

Baginya, tindakan itu termasuk salah satu tindakan politik sporadis yang tidak patut ditiru. Namun, dirinya tidak melarang kader ataupun alumni HMI untuk terjun didunia politik.

Dengan begitu kata Heri, pencatutan lambang organisasi itu harus diluruskan bersama. Karena bisa memperjelek citra organisasi kedepan.

"Saya berharap kepada rekan-rekan, siapapun yang menjadi tim mari kita luruskan persoalan ini,  agar organisasi kemahasiswaan tidak menjadi polemik atau dalang politik, lebih-lebih di cagub ini.  Kita harus bisa membedakan antara kader dan alumni, silahkan berpolitik dan mendukung paslon manapun, akan tetapi jangan sebut organisasi yang dibangun secara independensi," Pungkasnya Heri susanto. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar