Berikut Indikasi Penyelewengan Proyek DPU SDA Jatim UPT Lumajang di Kecamatan Rowokangkung

Foto: Pekerja mengaduk campuran, dengan metode manual.
670
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek fisik dengan anggaran milliaran rupiah, berupa pemeliharaan jaringan irigasi Di Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, tuai sorotan.

Bukan tanpa sebab, proyek Pemprov Jatim melalui UPT. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jatim di Lumajang itu, terindikasi tak berjalan sesuai dengan teknis yang ada.

Catatan Memoonline, proyek itu dikerjakan oleh CV. Bumi Lestarindo dengan anggaran Rp. 5.136.873.577. Dikerjakan selama 180 hari kalender, sejak bulan Maret 2025 kemarin.

Catatan dilokasi pelaksanaan, pengerjaan nampak manual, dengan alasan sudah masuk tahap akhir.

Berikut para pekerja, terlihat seperti bekerja dilingkup pedesaan, tanpa menggunakan alat pelindung diri dan sejenisnya.

Bahkan, diakui oleh seorang tukang, bangunan sempat dibongkar, lantaran kurang tinggi.

Prabowo, Kepala UPT. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur di Lumajang, dihubungi melalui pesan WhatsApp, mempersilahkan media mengkonfirmasi pihak pelaksana, untuk lebih jelasnya.

Terpisah, Bayu Dirgantoro pihak pelaksana mengakui jika proses pengadukan campuran jika dikerjakan manual, merupakan sebuah kesalahan.

"Ya kalau dilihat dari prosedur ya. Misal berkendara meskipun dekat ya tetap pakai helm," ucap Bayu sambil tersenyum.

Dilapangan, pekerjaan menggunakan teknik manual dilakukan, terpantau pada tahap penataan batu, pada fase meninggikan pasca dibongkar. Namun ditampik, seolah pada tahap pemlesteran.

Dibongkar lalu kembali ditambah tatanan untuk ditinggikan, dijelaskan Bayu, merupakan penyesuaian, bukan berarti bangunannya tidak sesuai gambar perencanaan.

"Disitu ada estetika, lalu pekerjaan menyesuaikan dengan eksisting. Kan sebelum bekerja kita, ada bangunan yang lama dan itu sering kali dengan yang kita kerjakan sekarang, itu tidak sama, jadi disitu ada penyesuaian," ulas Bayu.

Menurutnya, sah-sah saja ketika fisik menyesuaikan kondisi di lapangan. Akan tetapi khalayak merespon sebaliknya, mengapa penyesuaian itu baru dilakukan ditahap akhir sehingga berdampak pada membongkar bangunan yang baru selesai, lantas disesuaikan.

Peristiwa itu diduga turut berdampak pada kualitas fisik bangunan, meski dibantah, dan Bayu memastikan tak berdampak pada volume bangunan.

"Ya balik lagi, itu namanya resiko," lanjutnya berkutat.

Disisi lain tentang alat pelindung diri, Bayu mengatakannya, jika pihaknya telah menyediakan lengkap, meski faktanya, menurut pantauan media ini, tak satupun tukang/pekerja yang mengenakan.

"Kita hampir seminggu sekali kita beli APD (Alat Pelindung Diri). APD itu lo ditaruh dikaitkan di pohon, sepatu dibawa pulang. Padahal itu sebenarnya, untuk keselamatan dirinya sendiri," tukasnya senada menyesali tukang yang terkesan membandel.

Sebagai informasi, proyek ini mencakup tiga kecamatan diantaranya Tekung, Rowokangkung dan Yosowilangun, dari eskalasi target mencukupi keperluan air kalangan pertanian, meski bila merunut tahapannya, patut dipertanyakan.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Tim Penasihat Hukum Sinal Abidin, Hari Nugroho, dan Arif Dwi Santoso mengecam keras framing pemberitaan sejumlah media...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Batu masih mendalami kasus dugaan jual beli lapak di Pasar Laron Alun-Alun...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Momen Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang menjadi gerbang masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, kembali...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kebakaran melanda sebuah pabrik di Jalan Semeru 2 No. 9, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis malam 11 Juni...

MEMOonline.co.id. Jember- Sikap tidak terpuji diduga ditunjukkan oleh (N) mantan oknum Kepala Sekolah (KS) MA Madrasah Aliyah Bustanul Ulum di Desa...

Komentar