'Bola Panas' Dugaan Pungli di SMKN Tempursari Lumajang Menggelinding Liar

Foto : SMKN Tempursari Lumajang, nampak dari depan
1998
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang- Hingga saat ini, peristiwa dugaan pungli berkedok komite sekolah di SMKN Tempursari Lumajang, terus menderu sarat tak terbendung.

Satu persatu, tahapan demi tahapan sampai pada aliran dana hasil penarikan dari wali siswa, secara tidak langsung makin terkuak.

Seakan tertata rapi, namun muncul kepermukaan, aktivitas yang diduga membentur (Permendikbud RI) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2016 itu, disinyalir dijadikan ajang meraup keuntungan oleh oknum komite itu sendiri.

Pungutan bervariatif, untuk bulanan salahsatunya membayar guru honorer, sampai pada iuran lain, termasuk membangun masjid di dalam lingkungan sekolah.

Media ini melansir penyampaian Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang di laman kemendikbud.go.id. Ia berkata senada tak boleh pihak sekolah maupun komite menentukan angka pembayaran senada menetapkan pagu.

"Ketika sumbangan itu diberlakukan untuk seluruh orang tua, itu jatuhnya jadi pungutan. Dalam menentukan pungutan pun, sekolah harus melihat kemampuan ekonomi orang tua siswa," tukasnya.

Berbeda realita yang ada, sejumlah wali murid di SMKN Tempursari mengeluh, lantaran tak bisa konsisten membayar. Terlebih, rencana pembangunan masjid yang mulanya digagas, dikabarkan mangkrak.

Disisi lain, oknum komite dalam tahapan pembangunan tersebut. Diutarakan oleh Sutaji Ketua Komite menjabat saat itu, H. Bambang disebut - sebut menerima setoran uang dari hasil penarikan.

Kata dia untuk belanja material pembangunan masjid. Anehnya, diwaktu sebelumnya, H. Bambang pada awak media mengaku sebagai anggota komite dan tercatat sebagai ketua pelaksana pembangunan, meski merasa tak pernah dilibatkan dalam setiap tahapan musyawarah atau pertemuan rutin.

Getol ia menentang dan bersuara jika diduga ada pungli, akan tetapi untuk belanja barang, pria yang ditokohkan itu mau menerima uangnya.

Pagi tadi, Sabtu (4/11/2023l H. Bambang ketika hendak dikonfirmasi melalui saluran telepon pribadinya, hanya terdengar nada sambung. Notifikasi online di beranda WhatsApp, akan tetapi sepertinya enggan merespon.

Peristiwa ini, mulai disoroti oleh sejumlah lembaga di Lumajang. Ada kemungkinan akan akan di adukan ke pihak terkait.

Penulis     :    Tim/Redaksi

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Bekasi- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Gelaran Rubaru Agro Wisata Fest 2026 kembali menjadi sorotan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Potensi gesekan mulai terlihat dalam pembangunan tanggul pengaman aliran Kali Regoyo di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Komentar