Mahasiswa Sebut Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Akan Memicu Kemiskinan Ekstrem

Foto: Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) saat menggelar aksi mimbar bebas
2223
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Munculnya lobang - lobang baru tambang ilegal atau galian c yang belakangan tumbuh bak jamur dimusim penghujan, akan mempengaruhi ekosistem dan infrastruktur, di Kabupaten Sumenep. Bahkan atas peristiwa itu, dapat menghantarkan kabupaten diujung timur Pulau Madura ini, pada kondisi kemiskinan ekstrem.

Hal itu disuarakan oleh salah seorang majasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS), saat menggelar mimbar bebas atau panggung demokrasi, didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jumat (7/4/2023) malam.

"Maraknya galian C ilegal dibiarkan begitu saja, sehingga ini akan berdampak pada kemiskinan yang ekstrem," ucapnya.

Wanita bernama Lina Wafia itu, dengan lantang menyuarakan penolakannya atas galian C ilegal yang banyak ditemukan di Kabupaten Sumenep dan belum ditangani, dengan dalih perizinannya merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Bukan tanpa alasan, menurutnya hadirnya tambang ilegal, tentu tidak memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Kabupaten Sumenep. Karena, hasil yang didapatkan dari aktivitas galian ilegal tersebut, masuk pada pribadi si pemilik tambang.

Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, harusnya merasa dirugikan dengan tambang ilegal yang menjamur di Bumi Sumekar.

Padahal, kata dia jika pemerintah dapat serius menertibkan seluruh tambang ilegal, maka akan ada tambahan PAD yang masuk ke Kabupaten Sumenep.

Sehingga, PAD tersebut dapat dialokasikan untuk memberikan bantuan, baik berupa uang tunai maupun fasilitas sebagai modal usaha, demi meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Sumenep.

"Bukan dibiarkan begitu saja, seolah tidak peduli pada rakyat," ujarnya lantang.

Sementara itu, Korlap Aksi Ardiyanta Ali Candra membernarkan bahwa dampak galian C ilegal seperti banjir, tanah longsor, serta kerusakan fasilitas baik rumah maupun jalan, imbasnya tidak hanya pada lingkungan, namun juga sektor perekonomian.

Menurutnya, jika longsor menimpa perumahan yang ditempati oleh masyarakat, maka perekonomian di daerah setempat dapat dipastikan akan mengalami kemerosotan yang sangat signifikan.

"Tentu perekonomian masyarakat akan merosot akibat hal itu," tandasnya.

Untuk itu, AMS mendesak agar seluruh pihak terkait dapat segera turun tangan secara serius dalam menangani permasalahan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan rumah mengalami retak-retak dan nyaris roboh, serta jalan di Desa Kasengan, Kecamatan Manding ambles, yang diduga merupakan dampak dari adanya galian C ilegal di sekitar lokasi.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung di udara wilayah Kecamatan Klakah dan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang,...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batu terus memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (D-PUTR) terus melakukan langkah guna menunjang...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Momentum Halalbihalal Makayasa bersama insan media di Ayoka Cafe, Rabu (8/4/2026), menjadi titik awal pemaparan roadmap...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Badai dugaan jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri...

Komentar