Foto: Kepala SDN Glagahwero 1, Muklis,
Foto: Kepala SDN Glagahwero 1, Muklis,
MEMOonline.co.id. Jember - Kepala SDN Glagahwero 1, Muklis, angkat bicara. Pihaknya mulai terusik air sumur di pendidikan tempat ia mengajar mulai berbau bahan bakar minyak.
Hal itu diduga kuat airnya tercemar rembesan bahan bakar minyak (BBM) dari tangki pom bensin.
Muklis sangat menyayangkan dengan kondisi air sumur yang tidak bisa digunakan untuk minum. Sebab, diduga berbau tak sedap itu sudah terjadi kurang lebih satu bulan belakangan.
Hal senada juga dilontarkan Imam Safi'i, warga setempat. Ia menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan ke pihak Pertamina. Namun hingga saat ini tidak ada tindakan dari Pertamina SPBU 54-681- 14 Kalisat.
"Kami sudah melaporkan ke pom terkait sumur yang bau bensin, tapi belum ada titik jelas," ujarnya.
Bukan tanpa alasan, pihaknya bersama warga sekitar yang ikut terdampak. Dirinya berharap ada tanggung jawab, hingga saat ini kompensasi pun belum ia terima.
Menurutnya, pihaknya sudah pernah mendatangi ke SPBU dengan maksud agar pihak SPBU merespon keluhan warga. Guna memastikan apakah bau yang mencemari air sumur warga adalah cairan BBM dari pom bensin atau bukan.
“Sebelumnya kami sudah saya sampaikan mendatangi pengelola pom bensin ini, tapi belum juga direspon oleh pihak SPBU," papar Safi'i.
Hal senada juga dilontarkan oleh salah seorang pemilik warung. Sudah sebulan harus beli air mineral untuk minum karena air dari kran di rumah bau bensin dan tidak layak dikonsumsi.
“Kami sudah melaporkan hal ini kepada Ketua RT dan Ketua RW. Tapi hingga sekarang belum juga ada tanggapan dari pihak pom, untuk minum kami beli isi ulang,” keluh seorang penjual yang tak ingin disebutkan namanya.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak