Foto: Pertamina SPBU 54-881-14 di Jalan Cluster Diponegoro Land no 8, Desa Glagahwero,
Foto: Pertamina SPBU 54-881-14 di Jalan Cluster Diponegoro Land no 8, Desa Glagahwero,
MEMOonline.co.id. Jember - PT Pertamina SPBU 54-881-14 di Jalan Cluster Diponegoro Land no 8, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Jawa Timur dikeluhkan masyarakat setempat. Pada hari Kamis 20 Oktober 2022.
Pasalnya SPBU 54-881-14 yang sudah berjalan beberapa tahun itu, tercium bau tak sedap, warga menduga selang minyak bahan bakar (BBM) rembes hingga mencemari air sumur milik warga setempat.
Bukan tanpa sebab, bau tak sedap itu juga dirasakan oleh siswa siswi pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) yang bertempat di wilayah kecamatan Kalisat. Hal itu, diungkapkan oleh beberapa warga yang tak ingin di publikasikan namanya.
“sudah cukup lama mas air disini tercemar diduga selangnya dari Pertamina bocor, atau ada faktor yang lain. Termasuk air sekolah dasar (SD) di wilayah kecamatan Kalisat atau bisa sampeyan cek langsung rumah warga sekitar sini, warna air beruba," ucap warga.
Data yang dihimpun Jurnalis Memo Online. Bau tak sedap itu sudah cukup lama kurang lebih satu bulan. Namun hingga saat ini belum ada tidak lanjut dari pihak terkait.
Hal senada juga disampaikan Fitri menyebutkan, pihaknya langsung meminta Pertamina untuk memperbaiki.
Selain pihaknya meminta untuk diperbaiki dirinya berharap pihak Pertamina bertanggung jawab membersihkan saluran yang ada di lokasi.
Menurut fitri, bukan hanya saat ini yang terjadi, sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa.
Lebih lanjut kata dia, Meski sudah dilakukan pembersihan, Pertamina tak bisa lepas tangan. Dirinya meminta Pertamina untuk melakukan inventarisir atau mendata masyarakat yang terdampak akan rembesan minyak solar tersebut.
"Ini bocor atau rembes saya kurang tahu mas, yang jelas air sumur disini bau bengsin dan warna air berubah, bisa jadi penyebabnya selangnya bocor,"ujarnya.
Bukan tanpa alasan, dampak dari limbah yang ada tidak sedikit masyarakat terancam keselamatannya, termasuk siswa siswa di tingkat sekolah dasar.
"Pertamina harus menghitung berapa warga yang terkena dampak dan mereka harus melakukan kompensasi. Jangan hanya berfikir keuntungan diri sendiri, sementara warga dapat apa?,” pintanya dengan penuh tanda tanya.
Sehingga berita di terbitkan pihak SPBU belum memberikan keterangan apapun. saat didatangi ke kantor management pertamina yang bersangkutan tidak ada ditempat, saat dihubungi melalui via telpon tidak di angkat.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit