Astaga ! Oknum Kades di Jember Tega Selingkuhi Istri Warganya yang Sedang Lumpuh

Foto: H. Nadir (41), warga kecamatan Mumbulsari, menunjukkan obat anti hamil / pil KB
3364
ad

MEMOonline.co.id. Jember  - Setelah sekian lama ditinggal selingkuh istrinya dengan oknum Kepala Desa (Kades) inisia (p), H. Nadir (41), warga Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, akhirnya muak dan tidak tahan dengan perlakuan WSL (istrinya).

Bahkan lelaki yang saat ini dalam kondisi stroke dan hanya dua buah hatinya yang masih dibawah umur, mengancam akan menyeret keduanya ke ranah hukum.

H. Nadir, mencurigai kasus perselingkuhan istrinya dengan oknum kades, dimulai sejak si oknum dilantik menjadi Kades tahun 2019 silam.

Sebab, pasca itu, keduanya sering jalan berdua hingga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

"Kecurigaan saya diperkuat dengan adanya pesan mesra dari P (inisial oknum Kades) kepada istri saya saat itu. Dan kebetulan saat itu HPnya istri saya yang pegang," ucapnya, Jumat (8/4/2022).

Tidak hanya sampai disitu, H. Nadir yang curiga dengan istrinya, diam-diam dirinya membuka tasnya.

Dan benar saja, dia mendapati tas istrinya beris pil KB yang sudah habis dipakai sebanyak 4 biji.

Padahal, dirinya sedang dalam keadaan lumpuh. Dan sudah lama tidak berhubungan intim dengan sang istri.

"Disitulah kecurigaan saya memuncak. Saya mulai membenarkan desas-desus yang dikatakan masyarakat tentang perselingkuhan istri saya dengan Kades itu," tegasnya.

Kemudian, sekitar 6 bulan yang lalu, H. Nadir menegur sang istri untuk tidak sering keluar rumah. Sayangnya sang istri membantah hingga terjadi cekcok yang memicu terjadinya pisah ranjang.

"Dan istri saya memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya di Kecamatan Mayang. Dan kabarnya dia nikah sirri dengan (P) sejak 6 bulan yang lalu itu. Padahal dengan saya, masih sah sebagai suami istri, dan masih belum bercerai," ungkapnya.

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, WSL mengaku sudah resmi bercerai dengan H. Nadir.

Bahkan ia juga menunjukkan bukti-bukti berupa surat cerai, meski statusnya masih sah sebagai istri dari H. Nadir. Karena H. Nadir sampai saat ini tidak pernah menandatangani adanya surat perceraian itu.

"Nah, disitu kita patut mempertanyakan, bagaimana bisa ada surat cerai kalau saya selaku suami sah tidak pernah menandatangani surat itu?" tandasnya.

Untuk diketahui, H. Nadir menikah dengan WSL sejak 21 tahun silam. Dan buah dari pernikahannya, H. Nadir dikaruniai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Mereka semua masih dibawah umur. Dan sekarang tinggal dengan dirinya yang sedang lumpuh.

"Saya selaku rakyat biasa meminta keadilan kepada pihak terkait supaya Kades ditindak sesuai hukum. Saya akan melaporkannya ke Polres hari Selasa (12/4/2022)," paparnya.

Terpisah, warga Dusun Lengkong Barat, yang meminta namanya tidak dimediakan, mengaku sangat prihatin dengan kondisi H. Nadir, yang kondisinya saat ini sedang lumpuh, dan hanya hidup dengan kedua anaknya yang masih dibawah umur.

Sementara kedua anaknya masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

"Sedangkan ibunya malah selingkuh dengan Pak Kades. Dan kabarnya sudah nikah siri. Dan sudah mempunyai surat cerai juga," ucap warga yang tidak bersedia namanya disebut.

Pria berusia 29 tahun ini menduga, salah satu tempat yang digunakan untuk menjalin asmara itu ialah di rumah salah satu warga yang tidak jauh dari rumah WSL.

"Dan setelah mereka selesai berjumpa, mereka langsung pulang. Dan orang yang punya rumah itu diberi uang Rp100 ribu supaya tutup mulut," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Oknum kades yang diduga selingkuhi istri H. Nadir yakni WSL saat ditemui MEMO online di Dusun Pejitalang, menjelaskan jika pihaknya dengan WSL sudah nikah siri. Karena WSL, statusnya dia sudah cerai sah, seraya menunjukkan bukti berupa foto.

P (oknum Kades) saat ditemui awak media di Dusun yang berada di Kecamatan Mumbulsari, menjelaskan pihaknya sudah nikah siri dan statusnya dia sudah cerai sama suaminya sambil menunjukan bukti berupa foto.

Penulis      :   Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar