Kasad Dudung Meyakini Nasionalisme Aceh Tidak Diragukan Lagi

Foto: Jenderal TNI Dudung Abdurachman
645
ad

MEMOonline.co.id. Banda Aceh  - Nilai-nilai persatuan dan nasionalisme di Provinsi Aceh sudah tidak diragukan lagi. Sejarah sudah membuktikan bahwa pada zaman perang kemerdekaan, Provinsi Aceh menyumbangkan dua pesawat untuk terlaksananya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., saat memberikan Kuliah Umum bertemakan Persatuan dan Kebhinekaan Nusantara, kepada para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), di ruang Hall AAC Dayan Dawood Kampus Unsyiah, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (10/3/2022).

Sebelumnya, kedatangan Kasad disambut hangat oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU., dan memakaikan kupiah meukeutop dan menyematkan sebilah rencong sebagai tanda memuliakan tamu kehormatan yang datang dari jauh.

Kasad menjelaskan bahwa pemberian kuliah umum dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan para mahasiswa dan civitas akademika Unsyiah. Kegiatan ini sudah menjadi hal yang rutin dilaksanakan setiap kunjungan kerjanya di beberapa perguruan tinggi.

Dalam kuliah umumnya Kasad menyampaikan bahwa mahasiswa adalah sebagai garda terdepan dan garda pembaharuan yang harus menjadi tonggak tetap kokohnya nilai-nilai Pancasila dari kemungkinan-kemungkinan ancaman internal yang saat ini mempengaruhi baik dari media sosial maupun dari lingkungan sekitar.

“Anak-anakku mahasiswa, saya yakin bahwa persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme serta kokohnya nilai-nilai Pancasila pasti akan terjamin di Provinsi Aceh,” ujarnya.

“Pondasinya adalah Kebhinekaan, tiangnya adalah Persatuan dan Kesatuan, atapnya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Kasad.

Selanjutnya Kasad berpesan agar para mahasiswa selalu berbuat baik karena sekecil apapun kebaikan yang dibuat akan menjadi riak kebaikan yang tidak akan pernah berujung.

Kemudian Kasad mengingatkan apabila ingin berhasil, para mahasiswa harus melupakan masa lalu karena tidak akan dilalui kembali, serta yang paling penting adalah harus memiliki tujuan hidup.

“Kunci sukses, lupakan masa lalu, lakukan yang terbaik, karena cita-cita hanya harapan dan angan-angan yang harus diperjuangkan,” pesannya.

Sementara Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bahwa saat ini Universitas Syiah Kuala telah menjadi contoh miniatur bagaimana keberagaman dapat terawat dengan baik di kampus tersebut. Di mana Unsyiah memiliki mahasiswa yang berasal dari hampir seluruh nusantara, sebagian dari mereka adalah para mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK).

“Universitas Syiah Kuala selaku perguruan tinggi yang menampung mereka (para mahasiswa) terus berbenah, yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikannya. Karena kedatangan mereka tentu dengan semangat yang sama, yaitu merajut cita-cita agar kelak mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Rektor berharap dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Kasad tersebut dapat semakin membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan, sekaligus pentingnya memaknai kembali keberagaman bangsa Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan kuliah umum diantaranya Wali Nanggroe, Forkopimda Provinsi Aceh, Kasahli Kasad, Pangdam IM, Aster Kasad dan Kadispenad.

Penulis      :   Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu, baru 72 perumahan yang menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak...

Komentar