‘Patung Tari Blantek’ Raih Juara Pertama Kompetisi Desain Cinderamata Khas Kabupaten Bekasi 2018

Sebagai Gambar Ilustrasi - Ketika Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin terlihat ikut menari bersama 12.000 penari Ronggeng Blantek Di Plaza Pemkab, Minggu (18/10 /2015) Yang Lalu.
2418
ad

Memoonline.co.id, Bekasi - Cikarang Selatan - Usai sudah kompetisi desain cinderamata yang di gagas Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi. Acara berlangsung selama dua hari dari tanggal19 sampai 20 Maret 2018 di Grand Zuri Hotel Cikarang Bekasi.

Di ajang lomba Desain Cinderamata khas Kabupaten Bekasi 2018 ini, keluar sebagai pemenang Juara I, Oca dengan desain ‘Tari Blantek’, Juara II, Kusniati Gusniati dengan desain ‘Ikan Gabus’, Juara III, Waryanto dengan desain ‘Golok’, Juara IV, Tuminah dengan desain ‘Lutung Jawa’.

Menurut Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Telematika (Ilmetela) Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi,Juniardiana Rosatijawan, bahwa dalam proses penjurian terhadap peserta lomba desain cinderamata tidak ada intervensi sama sekali kepada dewan juri dalam menentukan pemenang tertentu  tetapi bagaimana membuat penjurian bisa seobjektif mungkin.

“ Pada saat penjurian terhadap 10 besar itu, panitia hanya memberikan desain gambar dan tidak dengan data pribadinya, karena kalau data pribadi di lampirkan, dikhawatirkan penilaian tidak objektif pada kreativitas,” ujarnya usai menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang, Selasa (20/03/2018).

Setelah hasil ide kreativitas itu dinilai oleh para juri, lanjut Juniardiana, barulah kita keluarin siapa yang punya ide kreativitas desain yang menjadi juara sesuai penilaian juri.

Itupun, tambah Juniardiana, dilakukan pada penilaian empat besar dengan tidak membuka data pribadi peserta pada juri sampai benar benar hasil keempat terbaik itu keluar.

“ Data peserta dibuka setelah ada pemenang juara terbaik I, II III, serta Harapan I atau juara IV dan dihubungi langsung oleh panitia untuk hadir menerima uang tunai dan piala dari Bupati Bekasi,” ujarnya.

Dalam proses penjurian, bebernya, panitia mengundang juri yang berasal dari beragam profesi.  Pertama mengundang Budayawan yang sudah sangat paham dengan budaya dan latar belakang Kabupaten Bekasi.

Terus yang kedua, praktisi dari pada Social Media dan Pakar Media, untuk melakukan pengkomunikasian apakah produk tersebut layak di jadikan ikon atau tidak dan yang ketiga dari Praktisi Seni Pematung maupun keahlian di bidang Senirupa serta kriteria juri keempat dari unsur Pengajar Seni Rupa. (Bam/ Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar