Foto: Meteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengamuk di Hotel Aston, Jember.
Foto: Meteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengamuk di Hotel Aston, Jember.
MEMOonline.co.id, Jember - Sebuah Video beredar di media sosial (medsos), yang memperlihatkan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, mengamuk kepada sejumlah Bank, Pasalnya ada temuan 8.000 bantuan sosial (bansos) tidak tersalurkan di Jember, Pertemuan yang berlangsung di Hotel Aston, Jember, Jawa Timur.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Forkopimda Jember, PT Pos, dan pendamping Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) tersebut, Risma mengamuk sambil menunjuk sejumlah pejabat di Jember. bantuan sosial (bansos) hingga saat in, bantuan tersebut untuk warga terdampak Covid-19 tidak kunjung terdistribusikan.
"Saya kasih peringatan. Kemarin di Bandung, saya dapati data ada 5.000 yang belum disalurkan, saya pikir itu sudah tinggi sekali. Ini di Jember malah 8.000," ujar Risma,Minggu, 29 Agustus 2021.
Pihak perbankan menjelaskan bahwa proses penyaluran terlambat karena proses migrasi antarbank serta ada 3.000 kartu yang tidak diambil oleh warga penerima PKH. Risma bertambah meradang.
"Tidak mungkin sampai ribuan, ini pasti tidak jalan. Antar saya ke sana (ke warga), kalau saya yang salah saya minta maaf. Tapi kalau saya yang benar, proses (hukum) ini Pak!" tantang Risma.
Risma menuding penyaluran bansos kepada warga miskin tidak jalan dan seolah menghambat proses pencairan.
Menurutnya, jika sampai beberapa minggu ke depan bantuan belum juga dicairkan, maka bantuan akan hangus.
"Siapa yang bertanggung jawab (jika tidak bisa dicairkan), Anda tidak pernah merasakan, ketika seorang anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal covid, lalu besok dia kesusahan makan," tutur dia.
"Kalau delapan ribu orang miskin ini kompak berdoa, hancur kalian," ucap Risma yang mengakhiri pertemuan karena harus bergegas ke Lumajang.
Penulis: Zainullah
Editor: Udiens
Publisher: Dafa