PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Begini Komentar Pedas Pedagang di Surabaya

Foto: Pusat perbelanjaan di Surabaya
487
ad

MEMOonline.co.id, Surabaya - PPKM Level 4 berakhir hari ini. Warga berharap PPKM Level 4 tidak diperpanjang lagi. Mereka kebanyakan mengaku sudah vaksin dan ingin kembali beraktivitas lagi. Namun bagaimana jika PPKM Level 4 diperpanjang? Pedagang di Surabaya justru berkomentar pedas jika PPKM Level 4 diperpanjang. Salah satunya Fatimah (60)

"Sudah tolong ekonomi dibangkitkan lagi seperti sedia kala. Ekonomi kita jangan diberhentikan gini, hancur hati saya melihat ekonominya diberhentikan. Yang jual makanan, yang jual pakaian, mal, semuanya tutup," kata Fatimah saat dihubungi detikcom, Senin (9/8/2021).

Wanita yang memiliki toko di Jembatan Merah Plaza (JMP) ini hanya berharap pemerintah bisa kembali membangkitkan ekonomi dan PPKM tidak diperpanjang lagi. Sehingga mal bisa kembali buka seperti sedia kala dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

Sementara Djamilah (53) pedagang di Darmo Trade Center (DTC) mengaku lebih baik kucing-kucingan dengan petugas daripada tidak berjualan.

"Saya mending kucing-kucingan dengan petugas daripada tidak berjualan. Siapa yang menghidupi anak-anak saya. La wong sampai sekarang tidak ada bantuan sama sekali, teori semua. Tiap hari saya mengandalkan hidup dari berdagang. Saya juga sudah vaksin, saya juga mau jaga prokes dan taat masker. Trus mau gimana lagi pemerintah itu," tegasnya.

Perpanjangan PPKM Level 4 Masih Teka-teki, Warga Bosan Terobos Kemacetan Dia mengaku memahami semua kesulitan pemerintah menekan penyebaran COVID-19. Namun dirinya juga harus menghidupi keluarganya. Tidak mungkin berdiam diri sejak PPKM Darurat.

"Bayar listrik, beli makan, bayar sekolah, bayar pulsa untuk daring anak, semua butuh uang. Saya harus gimana kalau tidak bekerja. Ayolah semua sengsara, cari jalan tengahnya. Jangan ditutup terus, penyekatan dan lain-lain. Sudah capek, stres tidak punya uang untuk biaya hidup," terangnya berapi-api.

Apalagi, jelas dia, kalau Surabaya meniru orang-orang Jakarta yang harus menunjukkan bukti vaksin jika masuk mal dan pasar, justru menguntungkan.

"Warga Surabaya banyak yang vaksin, ya sudah kalau meniru-niru Jakarta menunjukkan bukti vaksin. Aman kan. Yang penting warga harus taat prokes.

Sementara per Sabtu 7 Agustus, pasien COVID-19 di Jawa Timur dan Surabaya semakin menunjukkan tren penurunan kasus. Bahkan, Bed Occupancy Rate (BOR) di RS Jatim saat ini turun menjadi 60%. Meski kondisi BOR RS menurun, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga turut melakukan vaksinasi COVID-19.

Penulis: Detik news

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar