PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Begini Komentar Pedas Pedagang di Surabaya

Foto: Pusat perbelanjaan di Surabaya
494
ad

MEMOonline.co.id, Surabaya - PPKM Level 4 berakhir hari ini. Warga berharap PPKM Level 4 tidak diperpanjang lagi. Mereka kebanyakan mengaku sudah vaksin dan ingin kembali beraktivitas lagi. Namun bagaimana jika PPKM Level 4 diperpanjang? Pedagang di Surabaya justru berkomentar pedas jika PPKM Level 4 diperpanjang. Salah satunya Fatimah (60)

"Sudah tolong ekonomi dibangkitkan lagi seperti sedia kala. Ekonomi kita jangan diberhentikan gini, hancur hati saya melihat ekonominya diberhentikan. Yang jual makanan, yang jual pakaian, mal, semuanya tutup," kata Fatimah saat dihubungi detikcom, Senin (9/8/2021).

Wanita yang memiliki toko di Jembatan Merah Plaza (JMP) ini hanya berharap pemerintah bisa kembali membangkitkan ekonomi dan PPKM tidak diperpanjang lagi. Sehingga mal bisa kembali buka seperti sedia kala dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

Sementara Djamilah (53) pedagang di Darmo Trade Center (DTC) mengaku lebih baik kucing-kucingan dengan petugas daripada tidak berjualan.

"Saya mending kucing-kucingan dengan petugas daripada tidak berjualan. Siapa yang menghidupi anak-anak saya. La wong sampai sekarang tidak ada bantuan sama sekali, teori semua. Tiap hari saya mengandalkan hidup dari berdagang. Saya juga sudah vaksin, saya juga mau jaga prokes dan taat masker. Trus mau gimana lagi pemerintah itu," tegasnya.

Perpanjangan PPKM Level 4 Masih Teka-teki, Warga Bosan Terobos Kemacetan Dia mengaku memahami semua kesulitan pemerintah menekan penyebaran COVID-19. Namun dirinya juga harus menghidupi keluarganya. Tidak mungkin berdiam diri sejak PPKM Darurat.

"Bayar listrik, beli makan, bayar sekolah, bayar pulsa untuk daring anak, semua butuh uang. Saya harus gimana kalau tidak bekerja. Ayolah semua sengsara, cari jalan tengahnya. Jangan ditutup terus, penyekatan dan lain-lain. Sudah capek, stres tidak punya uang untuk biaya hidup," terangnya berapi-api.

Apalagi, jelas dia, kalau Surabaya meniru orang-orang Jakarta yang harus menunjukkan bukti vaksin jika masuk mal dan pasar, justru menguntungkan.

"Warga Surabaya banyak yang vaksin, ya sudah kalau meniru-niru Jakarta menunjukkan bukti vaksin. Aman kan. Yang penting warga harus taat prokes.

Sementara per Sabtu 7 Agustus, pasien COVID-19 di Jawa Timur dan Surabaya semakin menunjukkan tren penurunan kasus. Bahkan, Bed Occupancy Rate (BOR) di RS Jatim saat ini turun menjadi 60%. Meski kondisi BOR RS menurun, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga turut melakukan vaksinasi COVID-19.

Penulis: Detik news

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar