Blusukan ke Pasar di Mojokerto, Gus Ipul Belanja Bawang dan Doakan Ibu Hamil

Foto: Gus Ipul saat blusukan pasar
1136
ad

MEMOonline.co.id, Mojokerto - Mengawali kegiatan kampanyenya di Kabupaten Mojokerto, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), langsung
 mengunjungi pasar Mbrangkal, di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Senin (19/3/2018). 

Di pasar ini, Keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyapa para pedagang dan pembeli setempat. 

"Selamat pagi ibu. Bagaimana? Harga stabil nggeh?," tanya Gus Ipul kepada penjual bumbu. 

Penjual berkerudung ini kemudian menjawab satu persatu masing-masing harga bumbu. 

Mulai dari harga bawang merah , bawang putih, cabai, hingga kunyit. 

"Bawang putih harganya Rp14 ribu Gus. Lumayan harga stabil. Gus Ipul tindak pasar harganya jadi stabil," ujar penjual bumbu di hadapan Gus Ipul.

Tak cukup bertanya soal harga, Gus Ipul lantas membeli beberapa kilogram bumbu hingga kunyit. 

Di dalam pasar, Gus Ipul lantas mencicipi es dawet yang disiapkan oleh seorang penjual. 

"Esnya manis. Mantab. Seperti penjualnya," canda kandidat nomor urut dua ini. 

Di dalam pasar, Gus Ipul lantas bertemu dengan seorang ibu yang sedang hamil. Perempuan tersebut juga minta didoakan oleh Gus Ipul.

"Semoga kelak bayinya lahir bisa jadi presiden," ucap Gus Ipul. 

Gus Ipul mengatakan, di dalam program kepemimpinannya kelak, ia ingin melakukan revitalisasi pasar. Pasar nantinya harus bisa semakin ramah untuk anak. 

"Nantinya pasar harus bersih. Toiletnya memadai. Pembeli dan pedagang bisa sama-sama nyaman," urai Wakil Gubernur Jatim dua periode ini. 

Pihaknya nantinya juga akan memberikan pendampingan kepada penjual agar bisa menyesuaikan produk yang diju dengan kebutuhan masa kini. 

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini juga menyoroti harga yang kerap kali tak stabil. Menurutnya, untuk menjaga kestabilan harga, pihaknya akan bersama sama dengan pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan regulasi yang mendukung penjual sekaligus petani. 

"Kita sering dengar harga komoditi tertentu naik. Namun hal ini tak bisa dilihat secara sepotong-sepotong. Sebab ini kan kebijkannya terbagi untuk pemerintah pusat, provinsi, dan daerah," jelasnya. (Gusti)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Suasana hening dan penuh penghormatan menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kraksaan di Desa Kebonagung Kecamatan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di PAUD H.I. EL-FATH melalui...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna pada Jum’at (14/8/2026) dalam...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan ancaman kejahatan siber, Satuan Binmas (Satbinmas) bersama...

Komentar