Pria di Sampang Laporkan Pelaku Minta Transfer Uang dengan modus Mengaku Ulama

Foto : Pelapor di Polres Sampang
1538
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Ada ada saja modus yang dilakukan pelaku untuk mendapatkan uang. Seperti akhir - akhir ini terjadi, Sabtu (26/6/2021).

Dengan mengaku sebagai ulama di Madura, pelaku dengan leluasa minta ditransfer sejumlah uang kepada korban korbannya.

Tidak mau hal ini terus berkelanjutan, akhirnya korban (Amiruddin red) melaporkan ke Polres Sampang.

Bermula menurut Amir, pelaku penipuan mengatas namakan dirinya salah seorang ulama dengan inisial (KHD), lantas pelaku meminta uang kepada korban (teuku faslun) yang bekerja menjadi TKI di Malaysia dengan jumlah uang Rp 3 juta.

"Korban ini adalah saudara saya tapi dia tinggal di Malaysia. Namanya orang Madura, kalau dimintai tolong oleh ulama atau gurunya tanpa pikir panjang langsung saja dikirim," tutur pelapor.

Tak cukup sampai disitu, lagi-lagi pelaku melakukan aksinya kedua kali terhadap Sahrudin yang tinggal di Surabaya dengan jumlah yang cukup banyak yaitu sebesar Rp 10 juta.

Pelaku melakukan aksinya menggunakan nomor telepon yang sama meskipun nomor rekening yang berbeda dengan yang pertama.

Sadar dirinya ditipu, korban meminta Amiruddin (korban yang ke 3 red) untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Amiruddin lantas berkoordinasi dengan Polres Tanjung Perak Surabaya.

"Dari Tanjung Perak saya diarahkan ke Polrestabes, dari Polrestabes Surabaya saya disuruh ke Polda Jawa Timur," cerita Amiruddin.

Setelah di Polda Jawa Timur, dirinya mulai menemukan titik terang. Menurutnya, Reskrimsus Cyber mengarahkan dirinya untuk ke Polres Sampang.

"Di Polda sudah menemukan titik pelaku, katanya pelaku berada di Sampang. Jadi saya dilimpahkan untuk buat laporan ke Polres Sampang," ucap Amiruddin.

Selanjutnya, kamis sore (24/6/2021) Amirudin bergegas mendatangi Polres Sampang. Namun jalan terjal sempat dialami oleh dirinya ketika menceritakan permasalahan tersebut di hadapan polisi.

"Kami sempat kecewa terhadap petugas, karena petugas tidak mau melanjutkan kasus tersebut karena nominal penipuannya sangat sedikit dan tidak dilakukan di Sampang," ucap Amir.

Bahkan Amir rela mentransfer uang lagi kepada pelaku di wilayah Kabupaten Sampang demi melanjutkan kasusnya tersebut.

"Kami hanya ingin mengetahui pelakunya dan seberapa tanggap kepolisian dalam menangani kasus seperti," imbuhnya.

Bahkan dirinya meyakini banyak kasus seperti yang ia laporkan dialami oleh masyarakat, tapi menurutnya mereka takut untuk melapor.

"Kami hanya ingin tau pelakunya, karena kalau dibiarkan kejahatan ini akan terus terjadi," pungkas Amir.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto saat dikonfirmasi pada Jumat (25/06/2021) membenarkan laporan tersebut.

Namun demikian pihaknya tidak menerima laporan aduan penipuan yang terjadi di Malaysia dan Surabaya karena bukan wilayahnya.

"Titik pelaku adalah radius 100 meter. Kemarin sempat diajak muter di lokasi yang dituju. Tapi terakhir kemarin hpnya mati," kata Sudaryanto.

Mengingat penipuan tersebut menggunakan via transfer Bank (Mandiri), Pihaknya masih menunggu surat perintah Kapolres untuk menindak lanjuti ke pihak Bank.

"Kami masih nunggu surat dari Kapolres, untuk nama yang menerima transfer sudah kami kantongi tinggal alamatnya nanti langsung ke Bank," pungkasnya.

Penulis: Fathur

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar