"Medan Tempur Baru" Menunggu Densus 88

Foto: Ilustrasi gambar teroris
383
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Densus 88 Anti Teror harus segera bergerak menunjukkan prestasinya, setelah pemerintah menetapkan KKB Papua sebagai gerakan teroris.

Indonesia Police Watch (IPW) berharap, sebulan setelah penetapan itu Densus 88 bisa turun ke Papua untuk membersihkan aksi Teroris Papua yang meresahkan masyarakat, minimal melokalisir gerakan kelompok teror tersebut.

Namun IPW mengingatkan bahwa Teroris Papua lebih bengis, lebih terlatih, lebih solid dan lebih canggih persenjataannya ketimbang Teroris non Papua.

"Teroris Papua seakan telah menorehkan fenomena baru dalam sejarah terorisme dimana seorang jenderal bisa terbunuh dalam serangan teroris," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui siaran persnya kepada MEMOonline.co.id, Jum'at (30/4/2021) siang.

"Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, pada Minggu (25/4) menjadi sejarah pertama adanya seorang perwira tinggi TNI yang tewas dalam konflik di Papua," ungkapnya.

"Kasus ini juga menunjukkan bahwa Teroris Papua sepertinya memiliki penembak jitu yang terlatih dengan senjata mumpuni," jelasnya.

Ulah bengis Teroris Papua ini, terang Neta, terlihat juga dalam seminggu pada Minggu pertama April 2021.

Di era itu Teroris Papua sudah menewaskan warga dari berbagai kalangan, mulai guru, siswa hingga tukang ojek di Kabupaten Puncak.

"Selain itu Teroris Papua merusak sekolah dan rumah - rumah warga. Bahkan membakar rumah anggota DPRD di Kampung Beoga," ucapnya.

Dari data yang diperoleh IPW, Teroris Papua di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak misalnya, memiliki 30 pucuk senjata api, terdiri dari berbagai merek, mulai dari laras panjang hingga pistol genggam, di antaranya SS1 hingga M16.

"Teroris Papua terlihat cukup solid dan terafiliasi hanya pada satu kelompok, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM)," tukasnya.

Berbeda dengan Teroris Non Papua yang terdiri dari lima kelompok, yakni Negara Islam Indonesia (NII) yang berkembang sejak pasca kemerdekaan Indonesia, Jamaah Islamiyah (JI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

"Sejak Januari hingga Maret, Densus 88 sudah berhasil menangkap 94 terduga Teroris Non Papua," kata Neta.

Tentunya, setelah pemerintah menetapkan KKB sebagai Teroris Papua, publik menunggu gebrakan operasi pencegahan dan penindakan terorisme oleh Densus 88 di Bumi Cenderawasi itu.

Selama ini, sebut Neta, Densus 88 sudah berhasil menaklukkan Teroris non Papua yang bersembunyi di rumah - rumah kontrakan padat penduduk di perkotaan, dan kini "medan tempur baru" menunggu Densus 88.

"Publik menunggu mampukah Densus 88 menahlukkan gunung dan rimba raya tempat persembunyian Teroris Papua," tuntas Neta.

Penulis: Bambang

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep – Setidaknya, tiga dari 284 orang Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Thoriqul Haq, Bupati Lumajang kembali menerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebuah pohon di tepi jalan arah Senduro masuk Desa Banjarwaru Kecamatan Kota Kabupaten Lumajang Jawa Timur roboh, Selasa...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Tingginya angka kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini membuat prihatin banyak pihak. Tak hanya...

MEMOonline.co.id, Sampang - Fathorrohman, warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diamankan Tim Dhemit...

Komentar