"Selamat Jalan Saudaraku Artidjo Alkostar" Tokoh Penegak Hukum Indonesia

Foto: Artidjo Alkostar
1098
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Kabar meninggalnya mantan Hakim Agung yang kini menjabat anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, Artidjo Alkostar, disampaikan Menko Polhukam, Mahfud Md, lewat akun Twitter-nya.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritras. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini,” tulis Mahfud Md, Minggu (28/1/2021).

Artidjo Alkostar (lahir di Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1948 - meninggal 28 Februari 2021 pada umur 72 tahun), Lahir dari keluarga sederhana, Ayah dan ibunya berasal dari Sumenep, Madura.

Artidjo Alkostar menamatkan pendidikan SMA di Asembagus, Situbondo. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Pendidikan hukumnya berlanjut pada program magister hukum di Universitas North Western, Chicago, Amerika Serikat.

Artidjo sempat mengikuti pelatihan pengacara untuk hak asasi manusia di Universitas Columbia, Amerika Serikat selama enam bulan.

Artijo Alkostar adalah seorang ahli hukum Indonesia. yang merupakan mantan Hakim Agung sekaligus Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI yang mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaan pendapatnya dalam banyak kasus besar atau dikenal dalam dunia hukum sebagai Dissenting Opinion.

Dan saat ini Artidjo menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK).

Karier Artidjo Alkostar di bidang hukum dimulai pada tahun 1976. Awalnya, ia menjadi tenaga pengajar di FH UII Yogyakarta. Pada tahun 1981, ia menjadi bagian dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, masing-masing menjadi wakil direktur (1981-1983) dan direktur (1983-1989).

Pada saat yang sama, ia bekerja selama dua tahun di Human Right Watch divisi Asia di New York.

Sepulang dari Amerika, Artidjo Alkostar mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates hingga tahun 2000. Selanjutnya, pada tahun 2000 ia terpilih sebagai Hakim Agung Republik Indonesia.

Setelah purna tugas, nama besarnya selalu diingat orang karena kecerdasan, ketegasan dan kesederhanaan serta keahliannya dalam ilmu hukum.

"Selamat jalan saudaraku, Artidjo Alkostar, kami mendoakanmu semoga engkau pergi dalam keadaan Husnul Khatimah dan Surga menunggumu," ucap duka Dr. Adi Suparto, SH.,MH., Dosen Senior UT/ Unesa yang juga seorang Praktisi hukum dari Pamekasan melalui rilis tertulisnya yang diterima MEMOonline.co.id, Minggu (28/2/2021) malam. (Bam/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar