Foto : Forkompinda Jember, Pencanangan zona integritas menuju WBK/ WBBM.
Foto : Forkompinda Jember, Pencanangan zona integritas menuju WBK/ WBBM.
MEMOonline.co.id, Jember - Upaya dan tekad Kemenkumham Jawa Timur khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Korwil Jember dalam meraih status Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) diapresiasi Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin.
Deklarasi janji kinerja dan pencanangan zona integritas menuju WBK/ WBBM serta pengukuhan Satopspatnal tersebut dihadiri Forkopimda Jember lainnya seperti Plh. Bupati Jember, Hadi Sulistyo, Wakil DPRD, Dedy Dwi Setyawan, Kasie Pidum Kejari, Aditya Okto Thohari, Pasi Intel Kodim, Kapten Inf. Indro, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur, Agus Muttaqin.
Kapolres Jember menyatakan bersyukur bahwasanya Lapas Kelas IIA Jember bisa menyusul Polres dalam hal kinerjanya agar terbebas dari korupsi dan peningkatan pelayanannya kepada masyarakat.
"Status WBK WBBM itu penting sebagai bukti bahwa kita bekerja dengan baik. Sebab proses dalam memperolehnya tidak mudah," cerita Kapolres membagikan pengalamannya.
Seperti diketahui Polres Jember dalam hal ini telah lebih dahulu meraih predikat WBK WBBM.
"Penilaian tidak hanya dilakukan oleh internal saja tetapi eksternal juga. Bahkan Tim penilai nasional sudah ada dan diatur undang-undang. Ada dari Kemenpan-RB, KPK dan Ombudsman," tambahnya.
Kapolres Jember menekankan bahwa yang lebih penting dari semua itu, yakni mengaplikasikan WBK WBBM itu sendiri dan bukan cuma statusnya saja.
Mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Timur, Krismono, menyampaikan bahwa Korwil UPT Jember berpeluang meraih status WBK WBBM tahun ini.
"Sebenarnya diinternal Korwil Jember sudah lolos tapi secara eksternal belum," ungkap Krismono.
"Tim penilai nasional belum meloloskan sebab masih ada data yang kurang atau mungkin pelayanan yang masih perlu dibenahi," pungkasnya. (Inul/red)