Foto: Kades Mangunjaya, Jayadi Said
Foto: Kades Mangunjaya, Jayadi Said
MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Kepala Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi menggelar pertemuan pertamanya dengan mengundang para aparatur desa.
Pertemuan itu digagas guna tetap menjaga jalinan silaturahmi sekaligus mengantisipasi isu yang berkembang di masyarakat tentang ketidakharmonisan yang terjadi pasca perhelatan pesta demokrasi desa (Pilkades) antara aparatur desa yang lama dengan aparatur kepemerintahan desa yang baru agar tidak semakin bias dan liar kemana-mana.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula desa itu, disamping menjaga jalinan silaturahmi, Kepala desa juga meminta klarifikasi dan penjelasan para aparatur desa yang lama kenapa tidak masuk kerja sejak dirinya dilantik (9/2 -red) sampai saat ini.
"Ini sebenarnya hanya pertemuan silaturahmi biasa. Antara Kepala Desa bersama para aparatur desanya. Jangan sampai isu ketidakharmonisan antara aparatur desa yang lama dengan aparatur kepemerintahan desa yang baru semakin berkembang dan bias kemana-mana," ucap Kepala desa Mangunjaya, Jayadi Said, Selasa (23/2/2021) sore.
"Saya cuma ingin mengklarifikasi kenapa para aparatur desa yang lama sejak (10/2) sampai saat ini tidak masuk kerja. Sebab biar bagaimanapun para aparatur desa yang lama sudah pasti dan selayaknya memahami tugas pokok dan fungsinya," ujarnya.
"Meskipun masa kerja para aparatur desa yang lama sudah habis per tanggal 14 Februari 2021, tapi kan tidak serta-merta mereka tidak masuk kerja begitu saja. Kan ada aturan serta etikanya," tukasnya.
Apalagi, lebih lanjut Kades Jayadi menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengambil keputusan apapun terkait aparatur desa.
"Kan saya belum membuat atau mengeluarkan surat seputusan (SK) tentang aparatur desa yang baru," terangnya.
Menanggapi hal itu, Kasi Pemerintahan Desa Mangunjaya, Efendy yang mewakili aparatur desa yang lama menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan dan kemandegan komunikasi yang terjadi.
"Terjadi putus komunikasi dan salah persepsi saja. Mungkin masih terbawa suasana persaingan dalam Pilkades kemarin. Kami menganggap, kan biasanya ketika Kepala Desa baru, otomatis aparaturnya juga baru. Kami beranggapan demikian," jelasnya.
"Namun setelah mendapat kejelasan langsung dari Kepala Desa yang baru, Bapak Jayadi Said, kami sadari bahwa ini hanya kesalahpahaman semata," ujarnya.
"Kami akan terus jalin komunikasi, koordinasi dan tetap mendukung untuk kemajuan Desa Mangunjaya, apapun keputusan yang akan diambil oleh Kepala Desa Mangunjaya yang baru, Bapak Jayadi Said," pungkasnya.
Acarapun berakhir dengan suasana penuh kekeluargaan dan sepakat untuk bersama bekerja demi masyarakat dan kemajuan desa Mangunjaya. (Bam/ADV)