Pasca Viral, Beras Bansos 'Dipoles' Mendadak Dibawa Balik, Kadinsos 'Bingung' Ada Apa?

Foto:Kadinsos Lumajang Dewi Susiyanti
959
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang -Pasca Viral diberitakan oleh sejumlah media, ratusan karung beras yang sebelumnya dibawa ke Desa Padomasan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember oleh Dinas Sosial Kabupaten Lumajang untuk dipoles sebelum dibagikan pada warga, kini beras tersebut kembali digudangkan di ruang Tagana Dinsos Lumajang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Dewi Susiyanti ketika diwawancarai awak media diruang kerjanya, Rabu (23/12/2020).

Dewi berasalan, tidak jadi mengirim bantuan ke Desa Rowokangkung atas permintaan kades setempat, sebagaimana tertuang dalam surat pasca terjadinya bencana banjir di Persil Banter, lantaran BPBD Kabupaten Lumajang sudah mengirimkan bantuan serupa.

"Setelah kita koordinasikan dengan BPBD, ternyata BPBD juga sudah memberikan (bantuan beras), jadi kami tidak jadi untuk memberikan bantuan beras persediaan bencana tersebut pada Desa Rowokangkung," kata Dewi.

Imbuh Dewi, beras yang juga termasuk didalamnya berasal dari bantuan Provinsi di tahun 2019 lalu, akan kembali disimpan hingga batas waktu yang ditentukan.

"Kita tunggu sampai musim hujan habis, kita bagikan pada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang berhak menerima," imbuhnya.

Pantauan media ini, beras tersebut diangkut kembali (balik kanan) dari Jember ke Lumajang dihari yang sama selang bebera jam. Tepatnya Kamis malam (17/12/2020), sekira hampir jam 21:00 waktu setempat, pasca awak media mengkonfirmasi perihal pengiriman beras tersebut.

Beras tersebut tidak ditempatkan kembali di kantor LBK di jalan Juanda Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Kota Lumajang. Karena kata Dewi, petugas yang memegang kunci saat itu masih berada di lokasi dapur umum, di Kamar Kajang (lokasi bencana erupsi Gunung Semeru).

Disisi lain terungkap, lokasi yang ditempati untuk menyimpan beras yang disebut Dewi merupakan kediaman stafnya, diakui olehnya bernama Lutfiyah, menjabat sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang. Menurut Dewi, tetangganya ada yang punya selep.

Ada dua perubahan penyampaian Kadinsos Lumajang dari waktu sebelumnya.

Mulanya mengaku ada sekira 300 san sak/karung, namun saat ini naik menjadi sekira 400 sak/karung masing - masing 5 kg/sak. Juga, jika sebelumnya menyampaikan turut direstui Bupati untuk moles beras tidak layak sebelum dibagikan, saat ini dia menyampaikan jika itu inisiatifnya sendiri.

"Itu inisiatif kami sendiri supaya masyarakat tidak mencela pada kami karena beras yang tidak layak diberikan, padahal itu bukan tidak layak tapi banyak kotoran, jadi ada kapang, ada kutunya kemudian mungkin karena tempatnya dibawah jadi hitam, plastiknya itu jadi hitam, kita kemas lagi dengan yang lebih bagus," tukasnya sembari melirik ke rekan disebelah kanan tempat ia duduk.

Tahun 2019 hingga akhir 2020. Tentu melewati serangkaian peristiwa, bahkan di awal Mei kemarin Dunia digoncang termasuk Indonesia terkait Corona / Covid - 19, dan erupsi Gunung Semeru.

Ditanya kenapa beras tersebut tekesan dipertahankan, Dewi menegaskan jika untuk Covid - 19 pihaknya sudah punya ketersediaan sendiri.

Alokasi untuk Covid juga menurut Dewi sudah ada. Berasal dari perusahaan, kelembagaan masyarakat, atau dari perorangan masyarakat itu sudah diadmistrasikan untuk ngeramut tonggo.

"Dan itu suah terpenuhi sesuai yang diusulkan desa melalui kecamatan. Jadi kami sudah alokasikan baras sebanyak 5 kg pada masyarakat di 205 desa," ujarnya.

Terang Dewi beras tersebut masih layak konsumsi, cuman banyak kotorannya. Mungkin kata dia, karena penyimpanannya yang kurang bagus. Jadi ada yang lembab dan kotor. Sehingga dipoles dan hasilnya bagus.(Her/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kabar baik bagi para pencari kerja, khususnya tenaga medis dan profesional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep resmi menahan Imrah, Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, sebagai tersangka...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Penanganan kasus dugaan korupsi di internal Pemdes Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, terus...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan sikap tegas terhadap praktik penyimpangan distribusi energi...

Komentar