Viral Konser Musik Diduga Abaikan 'Prokes' Hingga Ricuh, Siti Sundari Burno Lumajang Tuai Kritik

Suasana keramaian, yang sempat viral di sosial media
1579
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang, Viral sebuah unggahan di sosial media, sebuah acara konser musik di tengah situasi pandemi Covid - 19 di Lumajang Jawa Timur, Senin (26/10/2020).

Ada dua unggahan, di akun face book milik Fathan Hasemy. Diantaranya video berdurasi tujuh detik dan screenshot akun face book bertuliskan Kabupaten Lumajang.

Sarat membandingkan, suasana konser yang ramai dalam video unggahan tersebut, menggambarkan suasana berkerumun dan melanggar protokol kesehatan dibalik gencarnya sejumlah pihak mengagalakkan operasi yustisi dalam upaya memangkas penyebaran Covid - 19 hingga penindakan berupa sidang di tempat.

Unggahan tersebut, menuai komentar beragam. Bahkan, di linimasa komentar akun tersebut, warga net menjelaskan jika suasana ramai (konser) tersebut, berada di Desa Burno, tepatnya lokasi wisata Siti Sundari yang belakangan ini, namanya sempat booming.

Bahkan, sebuah akun bernama 'Jaya Afriyanto' menulis, Lumajang bermartabat special pake telor, dilanjut sebuah emolgi tertawa.

Informasi dihimpun media ini, konser musik tersebut sempat ricuh hingga dihentikan petugas.

Kapolsek Senduro Polres Lumajang AKP Joko Wintoro dihubungi awak media, seraya mengiakan akan adanya acara tersebut, namun pihaknya mengaku baru mengetahui pasca adanya kisruh.

"Sesaat pasca kami mengetahui, langsung kami bubarkan," ucapnya.

Lebih jauh ia ditanya soal perizinan, perwira polisi berpangkat balok kuning tiga itu mengutarakan, jika acara konser tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya.

''Jangankan izin, pemberitahuan pun tidak ada," imbuhnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Kapolsek, Kepala Desa Burno, Tondo dihubungi awak media, juga mengaku jika terkait penyelenggaraan acara tersebut, tidak menerima pemberitahuan secara tertulis, setakad undangan untuk menghadiri sebuah acara.

''Itu buka ranah desa. Dalam acara itu kalau pemberitahuan secara resmi tidak. Tapi hanya ngundang untuk kami hadir dalam acara itu," tutur Tondo.

Dikutip dari pedomanindonesia.com, acara tersebut merupakan acara Launching Wahana Outbond Wisata Siti Sundari.

Suasana kian layaknya gaduh. Sejumlah pihak saling berargumen dan menyayangkan akan kejadian itu. Hingga linimasa akun sosial media, diwarnai kritikan pada pihak terkait.

Terpisah, pengelola wisata Siti Sundari Edi Lesmana, ketika dihubungi via cellular, dengan maksud untuk meminta klarifikasi akan kejadian itu yang saat ini kian menjadi pembicaraan, hanya terdengar nada sambung.(herman/red)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Puluhan ribu wisatawan diprediksi memadati Kota Batu pada akhir pekan ini. Sejumlah agenda berskala regional hingga...

MEMOonline.co.id. Surabaya- Guna memperkuat regenerasi organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bukan sekadar pembangunan fisik,...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Berlian Karaoke & Bar resmi menggelar Grand Opening pada Selasa, (28/7/2026). Acara pembukaan akan berlangsung mulai...

MEMOonline.co.id. Jember- Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember turun langsung ke Desa Selodakon,...

Komentar