
MEMOonline.co.id, Sumenep - Meski mendapatkan jatah bantuan sosial (Bansos) sebanyak 68.854 kuota. Bansos berupa beras 15 kg per bulan itu hingga saat ini hanya terealisasi 10 persen dari total jumlah penerima manfaat.
Hal ini dapat dilihat dari data yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep. Terhitung sejak bulan Agustus sampai Oktober 2020.
Demikian disampaikan Kepala Dinsos Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan. Sabtu (3/9/20)
Kata dia, selama ini proses penyaluran sudah berjalan. Namun, faktor penyebab keterlambatan terealisanya bantuan tersebut karena lambannya pengiriman beras.
“Kita akan koordinasikan dengan pihak Bulog dan PT DNR agar waktu yang tersedia bisa dituntaskan,” katanya.
Menurut dia, Bansos sudah disalurkan ke berbagai wilayah Kecamatan penerima manfaat secara bertahap, yang telah menerima diantaranya Kecamatan Kota, Kalianget, Manding dan Guluk-guluk
Kemarin sudah kami salurkan," ujarnya.
Program bantuan tersebut kat dia, ditargetkan rampung bulan ini. Sehingga, masyarakat bisa secepatnya menikmati manfaat dari bantuan tersebut.
“Jika tidak bisa selesai, akan kami laporkan ke Kemensos agar mendapatkan sanksi sesuai dengan kontrak mereka dengan Kemensos,” tandasnya. (Zai/red)

THIS IS AN OPTIONAL
Technology
MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...
MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...
MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...
MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...
MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...