Kepala UPT Kir Sumenep Optimis Capai Target PAD Ditengah Pandemi Covid-19

Foto: Kepala UPT Kir Sumenep Novel saat diwawancara.
851
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Meski ditengah Pandemi Covid-19, pelayanan uji kir tetap dilangsungkan. Pasalnya, kir merupakan kebutuhan para pengemudi kendaraan sebagai bentuk jaminan keselamatan. 

Demikian disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kir Sumenep Novel. Sabtu. (20/6/2020).

Menurutnya, untuk memfasilitasi dan melayani kebutuhan para pengendara, pelayanan uji kir tetap dilaksanakan demi kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19.

"Kami minta pengendara yang memasuki kawasan uji kir mentaati himbauan pemerintah, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan memakai hansanitizer," urainya.

Novel menerangkan, rata-rata kendaraan yang melakukan uji kir per harinya bisa mencapai 20 - 25 unit. 

"Itu sudah mentok, tidak lebih tidak kurang,” terangnya.

Kata Novel, pelayanan uji kir tetap dilakukan seperti biasa, yakni mulai Senin hingga Jumat. Dimana, selama periode Januari-Mei sudah tercatat ada sekitar 2.646 unit kendaraan yang melakukan uji kir. 

Mulai dari Mobil Penumpang Umum (MPU), Bus dan Mini Bus, Pick Up, Truck, Truck Box, Truck Tangki, Dump Truck serta kendaraan lainnya. Baik itu plat hitam maupun plat kuning.

Ia mengungkapkan, tahun ini pihaknya ditargetkan memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 513 Juta, dengan jumlah kendaraan wajib uji sebanyak 6.880 unit kendaraan.

Jika diakumulasikan, rata-rata per bulannya bisa mencapai sekitar 500 lebih kendaraan yang melakukan uji kir. Maka, dari Januari-Juni total kendaraan yang aktif uji kir ± sebanyak 3000 unit.

"Jika diporsentasekan, capaian kami sudah sekitar 50%, dari target yang ditetapkan," ungkapnya.

Tak berhenti disitu, Novel menjelaskan, kendaraan wajib uji kir per 6 bulan sekali, dengan konsekuensi keterlambatan akan dikenakan denda sebesar Rp 15 ribu per bulannya.

Dimana, lanjut Novel, keterlambatan terjadi karena pemilik kendaraan baru melakukan uji kir saat ada kepentingan, atau karena terkendala kondisi keuangan.

"Pekerjaan masyarakat kan musiman, bisa jadi saat punya uang baru melakukan uji kir. Tapi yang jelas, hingga akhir tahun kami optimis capai target,” pungkas Novel diiringi senyum. (ADV/Zain).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar