Foto: Petani menggunakan alat mesin pertanian pada musim tanam. (Istimewa)
Foto: Petani menggunakan alat mesin pertanian pada musim tanam. (Istimewa)
MEMOonline.co.id, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Sumenep, Madura, Jawa Timur, launching kegiatan gerakan percepatan penanaman padi musim kemarau. Acara tersebut digelar di Desa Babbalan Batuan. Jumat, 19/06/2020.
Kegiatan yang melibatkan Forkopimda, Dandim 0827, Kapolres Sumenep, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, serta Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto dan Forpimka berikut sejumlah tokoh penting lainnya ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Sumenep Ach. Fauzi menyampaikan, gerakan percepatan tanam padi ini dilakukan dengan tujuan dapat memotivasi petani untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep dalam bidang pertanian.
"Khusus sawah tadah hujan, kita bantu siapkan pembuatan sumur bor, sehingga petani tidak bergantung menunggu hujan untuk mengairi sawahnya,” ucap Fauzi.
Pria yang akan maju di Pilkada 2020-2024 ini menerangkan, dalam upaya pencapaian produksi pangan di Kabupaten Sumenep, strategi yang ditempuh antara lain, pengembangan sarana dan prasarana teknologi alat pertanian, peningkatan produktivitas bibit unggul, ketersediaan pupuk, perluasan lahan, dan pemasaran hasil panen serta penguatan kelembagaan pertanian.
"Para petani harus didukung sepenuhnya, karena apa yang kita makan itu semua merupakan hasil dari keringat dan kerja keras petani," terangnya. Jum'at (19/6/20).
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo menyampaikan, dari empat Kabupaten di Madura, Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang dipilih untuk jadi lumbung pangan Pemprov Jatim, karena memiliki kualitas produksi tanaman padi dan jagung sangat bagus.
“Potensi tanaman padi dan jagungnya luar biasa,” katanya dilokasi penanaman
Ia mengungkapkan, tahun ini Pemprov Jatim menargetkan produksi pangan di Jawa Timur surplus, yakni bisa memproduksi sebanyak 2,1 ton padi dan jagung.
Hal itu bertujuan, selain bisa memenuhi kebutuhan di Jatim sendiri, juga bisa menyuplai ke daerah lain yang minus.
“Target produksi kita sampai Desember nanti 2,1 ton pangan, untuk mencapai itu kita semua harus bekerja keras,” ungkapnya.
Senada dengan Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep Arif Firmanto menambahkan, pangan adalah kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Sebab, pangan juga menentukan hidup matinya perekonomian negara.
“Di tengah wabah Covid-19 ini, pertanian tidak boleh berhenti. Para penyuluh pertanian maupun swadaya harus bekerja lebih keras lagi mendampingi para petani," pintanya. (ADV/Zain).