Dugaan Kasus Mark Up Harga Pupuk Bersubsidi di Polres Bondowoso Terus Berjalan

Foto : Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz
935
ad

MEMOonline.co id, Bondowoso - Dugaan kasus Mark up harga pupuk bersubsidi yang ditangani oleh Polres Bondowoso, Jawa Timur  sampai saat ini prosesnya terus berjalan.

Hal itu diutarakan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendiz, pada media melalui sambungan teleponnya, Jumat (1/5/2020).

Dalam dugaan kasus itu, ada dua oknum distributor nakal ditengarai melakukan mark up pupuk bersubsidi dan telah diperiksa oleh pihak kepolisian

"Pemeriksaan soal mark up harga pupuk saat ini masih tetap proses, karena pembuktiannya masih banyak yang harus dibuktikan," ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Erick mengatakan bahwa, sampai saat ini kasus tersebut terus berjalan dan sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak-pihak terkait.

Menurutnya, menyikapi persoalan ini perlu antar Pemerintah Daerah dan Kepolisian harus sama-sama berjalan.

Pihaknya memastikan bahwa, proses penanganan dugaan kasus Mark up harga pupuk bersubsidi terus berjalan dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja.

Katanya, Polisi juga tidak bisa terburu-buru menangani dugaan kasus ini untuk menuju ke terhadap atau langkah berikutnya. Karena masih perlu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti pendukung. (Arik)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar