'Bablas' Sebut Media Ecek - ecek di Medsos, Pengamat: Komonikasi Indra Wahyudi Wakil DPRD Sumenep Buruk

Foto: Ajimuddin, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik
1120
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Tulisan status di media sosial dari akun Facebook atas nama Indra Wahyudi yang terkesan mendiskreditkan media dengan menulis media ecek-ecek terus mendapat kecaman.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Ajimuddin mengatakan tidak semestinya seorang Pimpinan Dewan mengeluarkan pendapat yang mengundang sensasi publik. Karena pimpinan dewan merupakan publik figur yang sepantasnya memberi contoh pada masyarakat secara umum.

"Maka tentu setiap publik figur hendaknya memberi contoh yang elok dan tidak mengajak masyarakat semakin dekat dengan anarkisme Politisi yang sekaligus figur publik adalah suri tauladan bagi masyarakat," katanya, Selasa,

Apalagi kata dia di zaman digitalisasi ini media sosial bisa mewakili seseorang untuk komonikasi dengan orang lain.

"Komunikasi adalah akar dari pola relasi, budaya dan karakter seseorang.

Ketika bahasa yang keluar adalah caci-maki maka itu menunjukkan budaya seseorang tersebut juga kacau," ungkapnya.

Sehingga lanjut mantan aktivis Jogja itu seorang politisi harus tampil sebagai seorang pengayom yang santun.

"Politisi yang sekaligus figur publik adalah suri tauladan bagi masyarakatnya. Maka ia secara inhern memiliki kewajiban mendidik dan mengarahkan rakyatnya untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan santun," tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi mengatakan, tidak mempersoalkan penilaian layak atau tidak layak menduduki posisi sebagai pimpinan DPRD Sumenep.

"Bagi yang beranggapan tidak layak, itu kan pendapat subjektif. Saya politisi bisa dinilai seperti itu, yang namanya kita sebagai politisi, silahkan. Masyarakat berhak menilai,” kilahnya.

Sebelumnya, Indra Wahyudi menulis status di media sosial facebook yang menyebut media "ecek2". Berikut redaksinya. "Cara kerja anda yg baik sbg politisi akan terukur dan berbanding lurus dg hasil perolehan suara anda pada setiap perhelatan dan momentum politik : Pileg, Pilkades maupun Pilbup. Media "ecek2" yg cenderung mendiskreditkan anda dalam setiap pemberitaannya tak akan mengalahkan popularitas anda di mata masyarakat," demikian tulisan di status FB Indra Wahyudi. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang-Pelaksanaan proyek pembangunan drainase di Dusun Tegalrejo, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menuai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pelaksanaan Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, menjadi sorotan publik....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

Komentar