Lancang Pakai Motor Dinas Majikan, Seorang Pekerja Wanita di Rumah ASN Pemkab Lumajang Ditilang Polisi 

Foto: Galih (pakai kacamata) ASN Dinas Kesehatan Pemkab Lumajang
2501
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Ada kejadian unik, saat anggota Satlantas Polres Lumajang Jawa Timu  menggelar giat operasi semeru patuh 2019, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Selasa petang, (3/9/2019).

Ada seorang perempuan behijab, diberhentikan oleh petugas, saat itu bekendara sepeda motor dinas dengan Nopol N 4648 YP.

Parahnya, saat ditanya petugas perempuan tersebut mengaku jika dirinya bukanlah ASN, sebagaimana peruntukan sepeda motor tersebut.

Ia hanya bekerja di rumah seorang ASN Pemkab Lumajang di Dinas Kesehatan.

Bahkan saat ditanya kelengkapan surat-surat, seperti surat izin mengemudi. Juga, STNK, rupanya ia tidak bisa menunjukkannya.

"Bukan, punya juragan saya itu. Namanya Pak Galih kerja di Dinkes. Saya kan kerja disana, jadi saya disuruh pakai itu," ucapnya sambil menunjuk kearah sepeda motor berplat nomer merah itu.

Ditengah kesibukan petugas dan pengendara lain diperiksa kelengkapannya. Ia menelpon seseorang. Memberikan kabar jika sepeda motor yang dikendarainya kena operasi.

Tak lama kemudian, datang pria berkacamata memakai kemeja batik. Menemui perempuan itu, mengambil surat tilang lalu berjalan mendekat ke arah petugas yang tengah melakukan pendataan.

Rupanya, pria tersebut adalah orang yang disebut oleh perempuan tadi. Galih, sempat dia mengaku jika sepedanya saat itu dikendarai istrinya.

Namun setelah disampaikan apa yang diakui perempuan tadi. Baru dia mengakui jika perempuan yang mengendarai sepeda motor dinas itu adalah orang yang bekerja dirumahnya.

"Ia kerja dirumah," ucap Galih.

Imbuh dia, sepeda motor dinas tersebut dikendarai oleh pekerjanya itu, hanya hari ini saja.

"Hari ini saja. Ya sepeda itu tak pakai aku. Kebetulan teman saya tadi banyak, jadi aku bawa mobil, dan kunci itu dirumah. Aku tidak pernah, ngasi kendaraan itu tidak pernah," tukas dia.

Ditanya apakah dirinya tau jika itu sebuah pelanggaran, Galih tegas menjawab jika dirinya tau.

"Tau, aku juga tidak pernah ngasihkan, kan itu memang kunci dirumah, saya dikantor," terang Galih.

Soal pekerjaan, terkesan menutup - nutupi, Galih menjawab dirinya tidak bekerja di Dinkes, seperti apa yang disampaikan perempuan tadi. 

"Dispora, sebagai staf. Oh iya, dulu Dinkes, Sekarang sudah di Dispora," pungkasnya sambil menunjuk ke arah pekerjanya itu. (Hermanto/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebuah badan usaha bernama CV Serayu Agro Mandiri yang beralamat di Jalan Raya Randuagung, Dusun Curahtekor, Desa...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, bergerak cepat menindaklanjuti...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu, baru 72 perumahan yang menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke...

Komentar