Foto: Masinem, penerima program RTLH bersama keluarganya
Foto: Masinem, penerima program RTLH bersama keluarganya
MEMOonline.co.id, Jember - Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Keluarahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat sorotan tajam masyarakat setempat.
Pasalnya, program yang seharusnya dikerjakan tuntas sesuai petunjuk teknis (juknis), malah dikerjakan asal-asalan, bahkan tidak selesai.
Salah satu warga setempat Misinem yang menerima program tersebut mengatakan, bantuan yang diberikan tidak menuntaskan persoalan, namun malah menambah persoalan.
Hal itu disebabkan rumah miliknya yang dibedah hingga kini tidak dikerjakan dengan tuntas. Padahal, bedah rumah tersebut sudah berlangsung selama satu tahun.
"Kata dia, saat dilakukan bedah rumah, dirinya hanya diberi beberapa material, diantaranya pasir dua truk, bataco 800, semen 10 sak, dan beberapa calvalum. Parahnya, rumah yang dibedah tidak dipasangi genteng.
Sehingga ia mempertanyakan sisa material untuk menuntaskan rumah miliknya.
"Genteng tidak dapat. Sehingga pakai plastik dan genteng sisa," kata Masinem, yang kesehariannya bekerja sebagai penjual tahu isi dan ote-ote keliling, Sabtu (29/6/2019).
Bahkan, untuk pengerjaan, penerima hanya menerima uang senilan Rp.1.100.000,- dari RT setempat.
Sehingga dia pontang panting jualan tahu untuk menambah biaya bedah rumah miliknya.
"Hanya satu juta seratus (Rp. 1.100.000,-). Gak ada lagi itu. Disuruh cukup-cukupkan itu," tambah wanita tua renta ini
Awalnya, kata dia, pihak RT setempat berjanji untuk menuntaskan pengerjaan bedah rumah tersebut. Salah satunya dengan memasang genteng rumah tersebut.
Namun, hingga kini janji tersebut tinggal janji. "Katanya rumah selesai maka gentengnya akan dipasang. Tapi sampai sekarang tidak ada," tegasnya.
Sehingga dia berharap, bedah rumah miliknya segera diselesaikan. Karena sebelum dikasi genteng sisa oleh dirinya, dia sempat tidur dikandang sapi.
"Ya harapannya segera selesai," tukasnya.
Sementara itu, Lurah Karang rejo, Jaka belum bisa dimintai keterangan.
Didatangi kekantornya, dia tidak ada ditempat. Salah satu pegawainya, Kasi Pelayanan mengatakan, bahwa Jaka sedang keluar kantor.
Bahkan, ketika media ini mencoba meminta nomor telephone Lurah Karangrejo, dia mengatakan tidak punya. "Sedang keluar, ke bengkel," katanya. (Inul/diens)