Foto: Kondisis kehidupan Nyai Riya Muna
Foto: Kondisis kehidupan Nyai Riya Muna
MEMOonline.co.id, Sumenep - Sungguh menyedihkan bila melihat kondisi kehidupan Nyai Riya Muna, yang sudah enam bulan lalu, hidup sebatangkara dan terlentang sakit di gubuk tak layak huni.
Kondisi Warga Dusun Guwa, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur, yang sejak mudanya memilih hidup sendiri di gubuk derita tersebut, sungguh sangat miris.
Pasalnya, selain sudah hidup miskin dan sakit-sakitan, untuk makan sehari-harinya saja wanita renta ini menunggu kiriman atau pemberian dari tetangga sekitar.
Ironisnya, meski sudah berbulan-bulan hidup sakit-sakitan, nenek renta ini belum bantuan dari pemerintah setempat.
"Saat ini Nyi Muna hanya pasrah berbaring, sebab untuk pergi berobat tidak punya biaya apa-apa. Beruntung sebagian tetangganya masih ada yang peduli. Memberi makan dan minum" Tutur H. Faizin, tokoh masyarakat yang sekaligus tetangga Nyai Muna. Rabu, (10/01/18).
Diceritakan, bahwa meskipun ia memiliki anak perempuan, namun setelah menikah anaknya pergi mengikuti suaminya. Sehingga nenek yang sudah berumur 68 tahun itu tidak ada yang mengurusnya.
Rumah yang terbuat dari perpaduan kayu dan bambu itu menjadi tempat sang nenek menghabiskan waktu sakitnya. Karena kondisinya yang semakin hari semakin parah hanya menjadi keprihatinan tetangga sekitarnya.
"Bahkan sekarang untuk makan nasi saja sudah tidak masuk, dan sulit bergerak karena kondisinya semakin parah" jelasnya.
Ia berharap ada perhatian serius dari pihak pemerintah untuk mengurus warga miskin sebagaimana yang dialami Nyai Muna. Sebab, tak jarang ada bantuan bagi warga miskin, namun sayang nenek ini selalu terlewatkan.
"Ia selama ini tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, seperti bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)". Pungkasnya. (Kris/diens)