Tim Medis Rumah Sakit Nindhita Dituding Kurang Profesional Berikan Pelayanan

Foto: Mediasi keluarga pasien rumah sakit Nindhita
3647
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Hal ini terjadi terhadap pasiennya (korban) yang berinisial PA (16), warga Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, jumat (21/12/2018).

Sulhan, orang tua korban, kepada awak media menjelaskan bahwa, dikala putrinya sedang sakit, Sulhan mengantarkan anaknya ke Puskesmas Robatal untuk cek up,  karena tidak kunjung sembuh, Sulhan memutuskan untuk ke RS. Nindhita di jl. Samsul Arifin Sampang.

Sesampai di RS Nindhita, dr. Srimulyono mendiagnosa dan hasil diagnosa, kemungkinan penyakitnya Tumor dan Usus buntu, untuk memastikannya harus operasi, terang Sulhan (orang tua korban).

Selang beberapa hari, korban (PA) menjalani operasi, disaat proses operasi orang tua korban di panggil ke ruang operasi, dan dokter Srimulyono menunjukkan kepada orang tua korban, bahwa pada diri pasien (korban) ada bintik hitam di ususnya, setelah itu, dokter menutup kembali.

"Pada saat proses operasi berlangsung, saya dipanggil oleh Dokter Srimulyono untuk melihat langsung apa yang terjadi pada diri anak saya," jelas Sulhan.

Selanjutnya, Pasca operasi, korban kondisinya semakin parah,  perut kembung dan perut sering berbunyi  keras. Sehingga orang tua korban membawa Korban ke RSUD Sampang.

Sesampai di RSUD Sampang,  ternyata yang menanganinya juga Dokter Srimulyono, Karena tidak kunjung sembuh, dan kondisi korban semakin buruk, di sarankan dibawa ke RS ternama di surabaya.

Akhirnya korban di bawa ke RS ternama di Surabaya, selanjutnya pihak RS melakukan diagnosa,  sehingga diputuskan untuk diambil tindakan operasi.

Setelah menjalani operasi kondisi pasien berangsur angsur membaik hingga sekarang.

Anehnya, menurut dokter RS. di Surabaya, ini akibat bekas operasi, sehingga ada usus yang terjepit.

Saat dikonfirmasi oleh Awak media, dr. Srimulyono yang didampingi oleh Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang dr. Zaki Sukam Jaya dan Pemilik Rumah Sakit Nindhita dr. Hj. Turah, menyampaikan, jika tindakan yang diambilnya sudah memenuhi SOP, diperlukan operasi agar diketahui penyakitnya dan mengatasi penyakitnya.

Dia menyampaikan kepada pihak keluarga dan segala resiko, setelah di ACC (Disetujui) oleh keluarga, maka dia berani melakukan tindakan Operasi, hasil selama operasi ada bintik bintik di usus korban, dimana dalam perut korban ditemukan banyak sekali usus dan organ seperti buah Anggur.

“setelah kami lakukan operasi,  disitu kami memiliki dugaan usus buntu, akhirnya kami panggil Ayahnya agar melihat usus dan organ dalam dan kami jelaskan kepada keluarganya “. Kata Dokter Mul kepada Awak media.

Dalam menceritakan kronologis itu, maka Wakil Ketua IDI Cabang Sampang, dr. Zaki Sukma Jaya menyimpulkan, dengan cerita dari dokter Mul, dia beranggapan tidak ada unsur kesalahan medis yang dilakukan, dan sudah sesuai SOP.

“dari cerita kronologis Dokter Mul ini, tidak ada unsur kesalahan, semuanya sudah sesuai SOP," Jelasnya.

Sementara dari pihak Manajemen RS. Nandhita, dr. Hj. Turah, menjelaskan bahwa pasien tersebut benar - benar pasiennya, dia menerangkan jika pasiennya itu tidak sembuh, tidak mungkin dipersilahkan pulang.

“Tentunya jika dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) mempersilahkan pulang, berarti pasien tersebut sudah sembuh dong," pungkasnya.

Ditempat berbeda, Hal ini disesalkan Oleh Aktivis dari Forum Kajian Publik (FKP) Heru Susanto, dia menyesalkan tindakan dari Tim Medis RS Nindhita, menurutnya kurang profesional, sehingga gagal dalam tindakan medis.

“Saya sangat menyayangkan pelayanan medis di Rumah Sakit Nindhita, saya rasa dengan mempertontonkan bagian organ tubuh pada orang tua pasien jelas sudah kurang etis dilakukan seorang dokter “. Tegasnya.

Selain berhubungan dengan kode etik, juga terkesan tidak profesional, saya khawatir proses operasinya hanya meraba raba. Ruang operasi harus steril, siapapun tidak boleh masuk.

"kami akan tetap kawal kasus ini sampai tuntas, kami juga akan cari tahu seperti apa rekam medisnya," jelasnya dengan penuh kecewa. (Fathur)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar