Pemkab dan Pemkot Bekasi Lakukan Pertemuan Bahas Pembangunan Antar Wilayah

Foto: Pemkab dan Pemkot Bekasi Lakukan Pertemuan
1185
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengatakan bahwa hasil pertemuannya dengan Walikota Bekasi beserta jajaran untuk mensinergikan kerjasama, menghasilkan kesepakatan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) tentang pembangunan dan perbatasan antara dua wilayah.

"Pada intinya adalah bagaimana mensinergikan kerjasama pembangunan jalan perbatasan antara PUPR Kabupaten Bekasi dengan PUPR Kota Bekasi," katanya saat diwawancarai.

Dalam MoU ini, kata Eka, memang ada beberapa item saja yang baru diatur dan nantinya secara teknis akan dituangkan antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi. Tentunya dengan adanya penandatanganan kesepakatan dua wilayah tersebut bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bekasi.

"Kita ingin komitmen pembangunan perbatasan dua wilayah dijalankan dan dilaksanakan secara bersama sehingga bisa lebih baik lagi,"ujar Eka, di ruang serbaguna Wibawa Mukti, Pemda Kabupaten Bekasi, Jum'at (21/12/2018).

Memang, lanjut Eka, masih banyak keinginan dan harapan lainnya dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam MoU bersama Kota Bekasi tersebut. Meski dulunya Kota Bekasi merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi, masih ada urusan lainnya yang harus diselesaikan, misalnya pemisahan aset dan lain sebagainya.

“Karena kita tidak ingin permasalahan ini berlarut terus dikemudian hari," tambahnya.

Terpisah, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan bahwa tentunya Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dihirarkikan ibarat ibu dan anak.

Sejak dimekarkan pada tahun 1996, tentu ada irisan terkait yang bisa diselesaikan bersama seperti persoalan transportasi, persoalan drainase, persoalan kependudukan, persoalan kesehatan dan lainnya.

"Pak Bupati yang saya hormati, Kalau bicara masalah kesehatan, rata-rata entah itu dari Tambelang,

Tarumajaya, pokoknya yang terdekat selalu bilang minta dirujuk di rumah sakit ini (RSUD Kota Bekasi-red). Tapi dengan ini saya minta lebih flexible lagi kerjasamanya agar pelayanan di dua wilayah perbatasan bisa terus terjalin,”ucapnya.

Pria yang akrab disapa bang Pepen itu juga meminta agar sinergisitas dua wilayah bisa ditingkatkan.

Sebagai anak dari hasil pemekaran dari induk Kabupaten Bekasi, tentu sangat ingin kelanjutan sinergisitas dan pembahasan persoalan terus dibicarakan lebih lanjut terutama yang menyangkut masalah pelayanan serta aset agar secepatnya bisa terselesaikan dengan baik. (Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kasus dugaan reklamasi pantai di wilayah pesisir Gresik Putih, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

Komentar