Pedagang Enggan Tempati Pasar Ternak Terpadu, Disperindag Sumenep Tambah Fasilitas

Foto: Kadis Perindag Sumenep, Syaiful Bahri
1697
ad

MEMO online, Sumenep - Minat pedagang untuk memasarkan hewan dagangannya di Pasar Ternak Terpadu yang terletak di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, Maduda, Jawa Timur menurun derastis. 

Informasinya setiap pekan hanya terisi sekitar 70 ekor sapi, dari awal mencapai 400 ekor setiap hari pasaran.

"Awal dibuka sekitar 400 ekor sapi. Sedangkan waktu pasar hewan masih di Bangkal bisa mencapai 700 hingga 1.000 sapi setiap kali pasaran," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri, Rabu, (20/12/2017).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Disperindag, enggan memasarkan karena lokasinya tidak terjangkau. Karena mayoritas pedagang hewan berasal dari daerah pantai utara (Pantura), seperti Kecamatan Dungkek, Batu Putih, Gapura, Batang-batang dan juga Pasongsongan. "Selain minimnya fasilitas disana," ungkapnya.

Oleh sebab itu, tahun depan Disperindag berencana akan membangun fasilitas umum seperti, MCK (mandi, cuci dan kakus), Moshollah dan juga pemasangan paving. "Supaya ketika hujan tidak lagi becek," jelasnya. 

Untuk diketahui, Per 20 Oktober 2016 Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk menutup pasar hewan Bangkal. Pedagang dialihkan ke Pasar Hewan Ternak Terpadu.

Pembangunan pasar modern itu dimulai pada 2014, dana yang digelontorkan Rp 2,3 miliar bersumber dari APBN. Kemudian, pada tahun berikutnya, digelontorkan dana Rp 200 juta. Dana itu diambilkan dari APBD kabupaten. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan gedung pusat kesehatan hewan (puskeswan). Saat ini pasar tersebut tidak diminati pedagang. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan digelarnya Pawai Lampion,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Usaha pengolahan kayu CV Surya Agro Mandiri yang beralamat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Polemik dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Mursalin akhirnya memasuki babak baru....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan daerah yang...

Komentar