Foto Dokumen saat keluarga korban demo Mapolres Sumenep
Foto Dokumen saat keluarga korban demo Mapolres Sumenep
MEMOonline.co.id, Sumenep – Lantaran baru dua tersangka yang ditangkap, istri korban pembunuhan sadis di Rubaru, yakni Hasanah warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, mendesak Kepolisian Resort Sumenep, Madura, Jawa Timur, segera mengungkap dan menangkap otak pelaku pembunuhan sadis suaminya, yakni Jumaksir, pada 26 Mei 2012 lalu.
"Kami minta polisi tidak main-main dalam kasus ini. Kami sangat terpukul sekali dengan peristiwa itu, dan kami akan terus mengawal kasus ini," kata Hasanah, pada media ini Jum’at (7/8/2018).
Sebab menurutnya, pasca meninggalnya Jumaksir 7 tahun lalu, dirinya menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Saat ini dirinya menanggung beban dua anak yatim (hasil pernikahannya dengan Jumaksir), yang masih kecil-kecil.
"Kami minta keadilan yang seadil-adilnya pada penegak hukum dalam memproses kasus ini. Karena suami saya tidak salah, dan bukan pencuri. Kami minta Polisi bisa mengungkap dalang maupun otak pembunuhan sadis itu," ungkapnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto mengatakan proses kasus tersebut terus jalan.
"Nanti kami dalami lagi perkara ini, dan perkara ini masih berjalan semua," katanya saat dikonfirmasi.
Dalam kasus ini Polres Sumenep telah menetapkan dua tersangka, yakni Matlani yang saat ini telah bebas setelah menjalani hukuman. Sementara Surma saat ini masih dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep.
"Jarak (penangkapan) Matlani dan Surma cukup jauh, kalau ada pasti proses. Kami cek dulu nyebut siapa, kalau ada kami proses," jelansya.
Untuk diketahui, Jumaksir (30), warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sumenep, tewas dibakar massa, di Dusun Banasare Barat, Desa Banasare, Kecamatan Rubaru-Sumenep, pada 26 Mei 2012 lalu.
Korban dibakar massa dengan tudingan terlibat kasus pencurian sepeda motor. Korban dihadang dan ditangkap beramai-ramai saat melintas di Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, lalu diteriaki maling, kemudian disiram bensin dan dibakar hingga tewas. (Ita/diens)