Inovatif! KKN UA Posko 58 Budidayakan Selada dengan Akuaponik

Foto: KKN UA Posko 58 Kembangkan Selada Akuaponik di Kolam Lele Annuqayah
46
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) tahun 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kreativitas dan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke tengah masyarakat.

Salah satu inovasi tersebut dilakukan mahasiswa KKN UA Posko 58 melalui program KKN Mandiri UA 2026.

Mereka menggagas budidaya selada menggunakan teknik akuaponik yang diterapkan di atas kolam lele Koppontren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi komoditas sekaligus pengembangan produksi pertanian Unit Petani Assalam.

Unit ini mengelola kolam budidaya lele dengan kapasitas mencapai sekitar 60 ribu ekor.

Teknik akuaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan akuakultur atau budidaya ikan dengan hidroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah.

Dalam sistem ini, sisa makanan dan limbah metabolisme ikan yang berpotensi menjadi polutan diolah melalui proses mikroba dan mineralisasi sehingga menjadi nutrisi yang dapat diserap tanaman.

“Teknik ini akan mendukung efisiensi kinerja pertanian,” ujar Ubaidillah, Ketua Kelompok KKN UA Posko 58.

Kepala Unit Petani Assalam, Abdul Gaffar, menyambut positif program yang digagas mahasiswa KKN UA tersebut.

Menurutnya, inovasi akuaponik tidak hanya berpotensi mengembangkan produksi pertanian, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk menerapkan metode serupa.

Karena itu, program tersebut juga diarahkan untuk melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sekitar lokasi.

Kegiatan akan dilengkapi dengan pelatihan pembuatan instalasi akuaponik, penguatan wawasan pertanian, serta edukasi mengenai penggunaan pupuk dan dampaknya terhadap kondisi lahan maupun tanaman.

Petani Assalam merupakan salah satu unit usaha Koppontren Annuqayah yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan.

Saat ini, unit tersebut mengembangkan sekitar 10 varietas tanaman hortikultura, 20 ribu ekor lele, serta sekitar 1.000 ekor bebek.

Hasil produksi berupa sayuran, lele, dan bebek menjadi salah satu pasokan untuk sejumlah warung lokal serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Annuqayah.

Pengembangan budidaya selada melalui teknik akuaponik dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.

Pasalnya, kebutuhan selada di wilayah Sumenep terus meningkat, terutama seiring bertambahnya warung dan gerai UMKM serta kebutuhan SPPG yang melayani penyediaan makanan bagi sekolah-sekolah.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UA Posko 58 tidak hanya memperkenalkan inovasi pertanian ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi di Kabupaten Jember 2026, disebabkan oleh tersendatnya distribusi...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Probolinggo menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Provinsi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Penanganan kasus dugaan pelanggaran perizinan sejumlah Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Kabupaten Sumenep...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Desa (Pemdes) Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menggelar karnaval budaya. Minggu...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah...

Komentar